Realisasi Anggaran Pendidikan Januari 2026 Sentuh Rp56,5 Triliun, Seluruhnya untuk Ekosistem Pendidikan
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah mencatat realisasi anggaran pendidikan untuk periode hingga Januari 2026 sebesar Rp56,5 triliun atau sekitar 7,4 persen dari total pagu anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun, menurut keterangan resmi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026. Realisasi tersebut telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pendidikan nasional tanpa mengubah isi atau kutipan pernyataan pemerintah.
Realisasi Belanja Pendidikan Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu
Realisasi anggaran pendidikan sebesar Rp56,5 triliun menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya, yang tercatat lebih rendah. Hal ini menjadi indikasi bahwa penyerapan anggaran dalam sektor pendidikan tetap berjalan aktif sejak awal tahun anggaran. Pemerintah menyebutkan angka ini menunjukkan peningkatan partisipasi fiskal dalam mendukung proses pendidikan di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Dalam penjelasan Suahasil Nazara, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai beragam program yang menyasar berbagai elemen pendidikan nasional. Alokasi ini mencakup utamanya pembiayaan untuk siswa dan mahasiswa, termasuk program bantuan finansial seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai total sekitar Rp22 triliun.
Alokasi untuk Guru, Dosen, dan Lembaga Pendidikan
Bagian lain dari realisasi anggaran digunakan untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik melalui pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non-ASN, yang jumlahnya mencapai Rp2,6 triliun. Pemerintah menegaskan bahwa pembayaran tunjangan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya demi mendukung profesi pendidik di Indonesia.
Selain itu, dana pendidikan juga disalurkan ke lembaga-lembaga pendidikan melalui bantuan operasional seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) dengan total alokasi sekitar Rp27,8 triliun. Pembiayaan ini bertujuan untuk meringankan biaya penyelenggaraan pendidikan di berbagai jenjang pendidikan formal di seluruh Indonesia.
Pembangunan Sekolah Rakyat dan Revitalisasi Fasilitas
Pemerintah juga memanfaatkan sebagian dari realisasi anggaran pendidikan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan. Sampai akhir Januari 2026, realisasi anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai Rp114,37 miliar, dengan target operasional yang terus meningkat sepanjang tahun. Pada 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi, dan pada 2026 akan dibangun tambahan 104 sekolah baru sehingga total Sekolah Rakyat yang direncanakan beroperasi mencapai 270 unit pada akhir tahun anggaran ini.
Revitalisasi dan perbaikan fasilitas sekolah dan madrasah juga menjadi prioritas pemerintah. Per 31 Januari 2026, realisasi anggaran untuk revitalisasi mencapai Rp29,3 miliar dari pagu yang dianggarkan sepanjang tahun untuk mendukung perbaikan ruang belajar, fasilitas sanitasi, dan sarana pendukung lainnya di hampir 11,7 ribu sekolah yang menjadi target revitalisasi tahun ini.
Dampak pada Ekosistem Pendidikan Secara Keseluruhan
Dengan realisasi anggaran pendidikan yang mencapai angka Rp56,5 triliun pada Januari 2026, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai elemen dalam ekosistem pendidikan nasional. Alokasi ini tidak hanya ditujukan pada kesejahteraan tenaga pendidik dan siswa, tetapi juga pada penguatan sarana dan prasarana pendidikan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Para pemangku kepentingan pendidikan menilai bahwa penyampaian realisasi anggaran yang transparan sejak awal tahun anggaran dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan serta menjamin bahwa program-program prioritas berjalan sesuai dengan rencana strategis pemerintah.
Dengan penyerapan anggaran pendidikan yang berjalan sejak Januari 2026 ini, pemerintah berharap agar proses pembelajaran dan layanan pendidikan di berbagai penjuru negeri tetap terjaga dan berkembang seiring berjalannya tahun anggaran.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
Perbankan Perluas Kemitraan Strategis untuk Dongkrak Pertumbuhan Industri Kredit Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Bank Jatim Genjot Kepemilikan Rumah Lewat Promo KPR Bunga Mulai 3,64 Persen
- Rabu, 25 Februari 2026
Inovasi KPR BTN: Sampah Plastik Jadi Cicilan Rumah Bagi Nasabah Berpenghasilan
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Sinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
Perbankan Perluas Kemitraan Strategis untuk Dongkrak Pertumbuhan Industri Kredit Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Bank Jatim Genjot Kepemilikan Rumah Lewat Promo KPR Bunga Mulai 3,64 Persen
- Rabu, 25 Februari 2026
Inovasi KPR BTN: Sampah Plastik Jadi Cicilan Rumah Bagi Nasabah Berpenghasilan
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
Menaker Pastikan Pemberian THR Pekerja Tetap Sesuai Regulasi H-7
- 25 Februari 2026
2.
Menaker Pastikan Pengumuman Bonus Hari Raya Ojol Bersamaan THR
- 25 Februari 2026
3.
Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang
- 25 Februari 2026
4.
5.
Kolaborasi Kemendukbangga UNFPA Dorong Penurunan Risiko Kematian Ibu
- 25 Februari 2026






