Inovasi KPR BTN: Sampah Plastik Jadi Cicilan Rumah Bagi Nasabah Berpenghasilan
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Pagi itu, Siti Aisyah, 34, berdiri di teras rumah mungilnya di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, dengan dua karung besar berisi botol plastik dan kemasan deterjen yang sudah dicuci bersih. Tangannya cekatan merapikan tutup botol yang terlepas dari badan botol.
Ia tersenyum ketika petugas pengumpulan datang menimbang hasil tabungannya, yang bukan berupa uang tunai melainkan “tabungan sampah” yang akan dikonversi menjadi nilai kredit untuk membantu mencicil rumahnya melalui program inovatif yang digagas oleh Bank BTN.
Program Baru yang Mengubah Cara Debitur Membayar Rumah
Baca JugaSinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
Selama ini cicilan rumah menjadi salah satu beban pengeluaran terbesar bagi banyak keluarga, termasuk keluarga Siti. Berkat program yang diberi nama Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu, debitur BTN kini bisa memanfaatkan limbah rumah tangga tertentu untuk mengurangi nilai angsuran bulanan KPR mereka.
Melalui kerja sama antara bank, pengembang, dan mitra pengelola sampah, sampah plastik yang dikumpulkan ditimbang dan dikonversi menjadi poin yang langsung masuk ke rekening debitur dan mengurangi jumlah cicilan.
Setiap kali menyetor sampah, debitur menunjukkan ID khusus yang terdaftar sebagai nasabah BTN. Petugas mencatat berat dan jenis sampah, lalu nilai ekonominya diinput ke sistem.
Dalam beberapa bulan terakhir, Siti mampu memperoleh tambahan sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per bulan dari sampah yang ia kumpulkan, dengan potensi nilai yang lebih tinggi tergantung jumlah dan jenis limbah yang disetorkan. Bagi keluarga seperti mereka yang berpenghasilan pas-pasan, tambahan ini membantu menjaga ritme pembayaran angsuran rumah tanpa menambah tekanan finansial keluarga.
Peran Komunitas dan Pola Perilaku Baru
Transformasi ini tidak hanya terjadi pada tingkat teknis penukaran sampah, tetapi juga mengubah perilaku sehari-hari warga. Anak-anak Siti kini tahu bahwa botol plastik bekas minuman bukan sekadar sampah, tetapi bisa menjadi sumber pengurangan cicilan rumah.
“Sekarang anak saya kalau habis minum botol plastik, enggak langsung buang. Katanya, ‘Ini buat bayar rumah, Bu’,” ujar Siti sambil tertawa. Suaminya, Ardi, awalnya skeptis terhadap konsep tersebut, tetapi kini rutin membantu memilah dan mengumpulkan sampah di rumah mereka.
Program ini bermula dari langkah BTN melakukan sosialisasi intensif di kawasan perumahan. Warga diberi pemahaman lengkap mengenai jenis sampah yang bisa diterima, bagaimana membersihkannya agar tidak menimbulkan bau, dan mekanisme penukaran yang transparan.
Tujuannya bukan sekadar untuk mendorong partisipasi warga, tetapi membentuk pemahaman bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi solusi finansial sekaligus berdampak positif pada lingkungan.
Kolaborasi BTN dan Ekosistem Pengelolaan Sampah
Di balik praktik sederhana penukaran sampah di tingkat warga, terdapat desain ekosistem yang lebih luas dan terintegrasi. BTN tidak menjalankan program ini sendirian. Kerja sama dengan pengembang kawasan dan mitra waste management menjadi fondasi penting agar program berjalan efektif.
Menurut Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, kolaborasi lintas sektor menjadi penentu keberhasilan program tersebut.
Setiyo menjelaskan bahwa nilai ekonomis sampah yang dihasilkan debitur langsung dikonversi menjadi poin atau kredit yang otomatis masuk ke rekening KPR mereka.
Hal ini dirancang agar prosesnya transparan dan akuntabel, sekaligus membantu debitur mengurangi beban angsuran. Secara umum, debitur bisa mendapatkan tambahan nilai ekonomi dari sampah antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per bulan, tergantung pada jenis dan jumlah sampah yang dikumpulkan.
Menggabungkan Keberlanjutan Lingkungan dan Keuangan
Program ini bukan hanya sekadar strategi finansial, tetapi juga bagian dari agenda besar BTN untuk mendukung rumah rendah emisi dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan, BTN berharap dapat mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang selama ini dianggap beban justru bisa memberikan nilai ekonomis.
Program ini telah sejalan dengan komitmen bank untuk mendukung praktik ESG (environmental, social, governance).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa program ini menunjukkan komitmen perseroan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial yang lebih luas, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah dan penyediaan hunian terjangkau.
Tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi nasabah, program ini juga “mengubah perspektif masyarakat tentang sampah yang sering dianggap sebagai beban,” kata Nixon.
Apresiasi Eksternal dan Rencana Ekspansi
Program ini menarik perhatian tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ratu Belanda, Queen Maxima, yang menjabat sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Keuangan, sempat mengapresiasi inovasi tersebut saat kunjungannya ke Indonesia pada November 2025.
Menurut Queen Maxima, program ini merupakan “bukti nyata bagaimana sebuah inovasi sederhana dapat memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.”
Ke depan, BTN menargetkan untuk memperluas program ini ke 100 titik di Pulau Jawa hingga akhir 2026. Langkah ini diharapkan bukan hanya membantu lebih banyak debitur ringan dalam membayar angsuran rumah, tetapi juga memperkuat praktik pengelolaan sampah yang memberikan manfaat ekonomis sekaligus lingkungan bagi masyarakat luas.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
Perbankan Perluas Kemitraan Strategis untuk Dongkrak Pertumbuhan Industri Kredit Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Bank Jatim Genjot Kepemilikan Rumah Lewat Promo KPR Bunga Mulai 3,64 Persen
- Rabu, 25 Februari 2026
Inovasi KPR BTN: Sampah Plastik Jadi Cicilan Rumah Bagi Nasabah Berpenghasilan
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Sinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
Perbankan Perluas Kemitraan Strategis untuk Dongkrak Pertumbuhan Industri Kredit Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Bank Jatim Genjot Kepemilikan Rumah Lewat Promo KPR Bunga Mulai 3,64 Persen
- Rabu, 25 Februari 2026
Inovasi KPR BTN: Sampah Plastik Jadi Cicilan Rumah Bagi Nasabah Berpenghasilan
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
Menaker Pastikan Pemberian THR Pekerja Tetap Sesuai Regulasi H-7
- 25 Februari 2026
2.
Menaker Pastikan Pengumuman Bonus Hari Raya Ojol Bersamaan THR
- 25 Februari 2026
3.
Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang
- 25 Februari 2026
4.
5.
Kolaborasi Kemendukbangga UNFPA Dorong Penurunan Risiko Kematian Ibu
- 25 Februari 2026






