BULOG Salurkan Rp150 Juta Modal Usaha untuk 30 Penyandang Disabilitas di Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA — Perum BULOG menyalurkan dukungan senilai Rp150 juta kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta. Setiap penerima mendapat Rp5 juta yang tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan paket usaha untuk mendirikan dan mengembangkan Rumah Pangan Kita (RPK).
Paket tersebut berisi komoditas pangan BULOG seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu. Penerima juga mendapatkan rak pajang, spanduk RPK, identitas BULOG, serta sejumlah kebutuhan pendukung usaha lainnya.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum BULOG yang dijalankan bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
Apa Itu Rumah Pangan Kita dan Bagaimana Skemanya?
RPK berfungsi sebagai titik penjualan produk pangan BULOG di tingkat lingkungan. Lewat unit usaha ini, penerima manfaat bisa memasarkan produk kepada masyarakat sekitar sekaligus memperoleh pasokan dengan harga yang kompetitif.
Pola kemitraan itu menempatkan RPK bukan sekadar tempat berjualan. Penerima manfaat didorong membangun aktivitas usaha secara mandiri dengan dukungan jaringan distribusi BULOG yang sudah berjalan.
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal menyebut program ini diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar penerima.
"Harapan kita tentu saja ini memberikan manfaat secara sosial. Bukan hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada masyarakat secara keseluruhan. Kita harapkan ada multiplier effect secara ekonomi, sehingga RPK ini juga dapat menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan yang ada di Yogyakarta," ujar Andi.
Pendampingan Usaha Setelah Bantuan Disalurkan
BULOG menyiapkan monitoring, pembinaan, dan pendampingan setelah bantuan diberikan. Penerima manfaat akan mendapat asistensi, akses informasi, serta dukungan lain yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha.
Andi menegaskan pihaknya tidak meninggalkan penerima begitu saja setelah modal disalurkan. BULOG bersama pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan agar usaha penerima manfaat bisa bertahan dan berkembang.
"Bukan satu kali kita berikan modal, kemudian kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari BULOG bersama pemerintah daerah akan terus memberikan asistensi, akses, informasi maupun bantuan lain yang dibutuhkan, supaya mereka bisa terus bertahan dan mengembangkan usahanya," kata Andi.
Pendekatan itu diarahkan untuk melihat perkembangan RPK dari aktivitas transaksinya. BULOG berharap unit usaha yang terbentuk tumbuh konsisten sehingga memperluas jaringan distribusi pangan hingga lebih dekat ke masyarakat.
"Kami berharap RPK-RPK ini bisa terus berkembang dan aktif melakukan transaksi. Kalau ini bisa menjadi pilot project yang bagus, saya kira dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di banyak tempat di Indonesia, sehingga kita dapat melihat bahwa teman-teman penyandang disabilitas juga mampu berdaya dan turut membantu perekonomian masyarakat," lanjutnya.
Dukungan Pemkot Yogyakarta dan Pihak yang Hadir
Pelaksanaan program mendapat dukungan sejumlah unsur Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Kadri Renggono yang mewakili Wali Kota Yogyakarta.
Turut hadir Plt. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari beserta jajaran, perwakilan DPMPTSP Kota Yogyakarta, Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Dhana Putra Prasetya, serta Wakil Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Yogyakarta dan jajarannya.
Mengapa Yogyakarta Dipilih sebagai Lokasi Program
Yogyakarta dinilai strategis untuk pengembangan RPK karena aktivitas ekonomi dan konsumsi pangan yang tinggi sebagai destinasi wisata nasional. Kehadiran unit RPK baru diharapkan memperpendek akses masyarakat terhadap produk pangan.
Secara kelembagaan, BULOG Peduli RPK Mandiri merupakan implementasi TJSL Perum BULOG pada Pilar Pembangunan Ekonomi. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pendekatan Creating Shared Value diterapkan melalui peningkatan kapasitas usaha masyarakat dan penguatan jaringan distribusi pangan. Bagi penerima manfaat di Kota Yogyakarta, program ini membuka ruang mengembangkan usaha dari tingkat lingkungan sekaligus memperoleh akses pasokan pangan yang lebih stabil.