Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 Digelar 23-26 September, 214 UMKM Ikut Meramaikan Sport Center
BANGKA SELATAN — Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan, menilai Kemilau Pesona Bangka Selatan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, seniman, komunitas, dunia usaha, dan pemangku kepentingan. Pembukaan event dihadiri Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, serta jajaran Forkopimda setempat.
Kehadiran 214 pelaku UMKM disebut menjadi bagian penting pengembangan event pariwisata. Wisatawan dan masyarakat bisa menikmati atraksi sekaligus berbelanja produk daerah dalam satu kunjungan.
Rangkaian Empat Hari: dari Bazar UMKM hingga Festival Lempah Kuning
Selama empat hari, pengunjung disuguhi bazar UMKM, pagelaran seni dan budaya, festival tari kreasi daerah, lomba etnik wastra nusantara, melukis tudung saji, jalan sehat, hingga festival memasak lempah kuning.
Agenda kuliner menjadi daya tarik tersendiri lewat festival memasak lempah kuning serta pemecahan rekor MURI pembuatan belacan atau terasi terbanyak bersama OJK Pangkalpinang.
Rangkaian kegiatan juga diisi santunan 1.000 anak yatim dan tabligh akbar bersama Ustaz Abdul Somad pada Jumat 25 September malam.
Kolaborasi Pemerintah, Pers, dan Pelaku Usaha Jadi Kunci
Bupati Riza Herdavid menyebut kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak sebagai salah satu kunci sukses penyelenggaraan event. Menurutnya, Kemilau Pesona Bangka Selatan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan potensi daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Alhamdulillah, malam pembukaan berjalan meriah dan masyarakat sangat antusias. Terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran pemerintah daerah, pihak keamanan, pelaku UMKM dan seluruh masyarakat yang sudah ikut menyukseskan kegiatan ini," ujar Riza.
Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 juga menjadi ajang kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dengan sejumlah organisasi pers, di antaranya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bangka Selatan, PWI Bangka Selatan, dan Pro Jurnalis Siber (PJS).
Yang Dipasarkan Bukan Sekadar Nama Event
Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbudkepora Babel, Irwanto, menilai kekuatan event tersebut terletak pada perpaduan seni, budaya, kuliner, dan aktivitas masyarakat. Ia menyebut pengalaman, cerita, budaya, kuliner, dan karakter warga menjadi identitas yang dipasarkan dari gelaran ini.
"Yang dipasarkan bukan hanya nama event-nya, tetapi keseluruhan pengalaman, cerita, budaya, kuliner dan karakter masyarakat yang menjadi identitas Bangka Selatan. Dari sana, sebuah event dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi secara lebih luas," ujarnya.
Eko Kurniawan menambahkan, Kemilau Pesona Bangka Selatan menunjukkan bahwa event daerah dapat menjadi ruang promosi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami melihat Kemilau Pesona Bangka Selatan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, seniman, komunitas, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan," katanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemilau Pesona Bangka Selatan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan atraksi budaya, kuliner lokal, dan produk ekonomi kreatif masyarakat.