Seatrium Limited Resmi Divestasi Galangan Kapal Karimun ke Grup Salim

Seatrium Limited Resmi Divestasi Galangan Kapal Karimun ke Grup Salim
Seatrium Limited Resmi Divestasi Galangan Kapal Karimun ke Grup Salim

JAKARTA - PT Seatrium Limited, perusahaan yang terdaftar di Singapura, secara resmi melepas kepemilikannya di Karimun Yard, galangan kapal yang berlokasi di Pulau Karimun, kepada entitas afiliasi Grup Salim. 

Proses divestasi ini telah diselesaikan pada 9 Maret 2026, menandai langkah penting dalam restrukturisasi aset non-inti perusahaan.

“Divestasi ini, bersama dengan divestasi aset non-inti lainnya yang diungkapkan dalam pengumuman sebelumnya, diperkirakan akan menghasilkan penghematan biaya tahunan yang disetarakan lebih dari US$50 juta setelah seluruh proses selesai,” ujar Seatrium.

Baca Juga

Bisnis Rendah Karbon TBS Dorong Ketahanan Energi dan Ekonomi Nasional

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi Seatrium untuk meningkatkan efisiensi modal, fokus pada aset inti, dan memaksimalkan nilai dari fasilitas surplus yang dimiliki. 

Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat memperkuat fondasi operasional sekaligus menjaga kualitas layanan bagi pelanggan dan mitra bisnis.

Nilai Transaksi dan Mekanisme Divestasi

Pada Desember 2025, Seatrium mengumumkan rencana divestasi Karimun Yard dengan nilai US$22 juta atau sekitar Rp371,25 miliar (asumsi kurs Rp16.875 per US$). Divestasi dilaksanakan melalui anak perusahaan Seatrium, PT Karimun Sembawang Shipyard, mengikuti perjanjian yang mengikat dengan PT Tirta Segar Alami, pihak terafiliasi Grup Salim, pada 31 Desember 2025.

Transaksi ini dilakukan dengan kesepakatan tunai dan dengan prinsip ‘apa adanya di lokasi saat ini’. Negosiasi berlangsung secara wajar, sehingga nilai transaksi mencerminkan kondisi pasar dan kualitas aset. 

Divestasi diharapkan memberikan nilai tambah, termasuk meningkatkan efisiensi modal dan operasional serta membuka potensi nilai dari fasilitas surplus lainnya.

Divestasi ini menandai langkah strategis Seatrium untuk memusatkan jejak galangan kapal di Indonesia ke fasilitas yang lebih besar di Pulau Batam, yang tetap menjadi pusat operasional penting bagi Grup di kawasan Asia Tenggara.

Transisi Operasional dan Dampak terhadap Pelanggan

Sebagian besar sewa lahan Karimun Yard akan berakhir pada September 2026, dan aktivitas operasional di lokasi tersebut telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memastikan transisi yang lancar, Seatrium telah memindahkan pekerjaan yang masih berjalan ke fasilitas terdekat.

Langkah ini dilakukan secara bertanggung jawab untuk menjaga kontinuitas layanan bagi pelanggan serta mitra. Perusahaan menekankan bahwa seluruh pekerjaan dan kontrak yang masih berjalan tetap akan diselesaikan dengan standar kualitas tinggi, sekaligus memastikan tidak ada gangguan operasional.

Transisi ini menjadi contoh manajemen perubahan yang hati-hati, di mana aspek tanggung jawab sosial dan operasional tetap menjadi prioritas utama. 

Dengan pemindahan aktivitas ke fasilitas Batam, pelanggan tetap dapat mengakses layanan galangan kapal yang andal dan memenuhi kebutuhan proyek industri kelautan secara berkelanjutan.

Fokus Strategis Seatrium ke Fasilitas Inti Batam

Divestasi Karimun Yard memungkinkan Seatrium memusatkan sumber daya pada fasilitas yang lebih besar dan strategis di Batam, sehingga mendukung ekspansi operasional Grup di seluruh kawasan. 

Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada aset inti yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Dengan menyalurkan kapasitas ke Batam, Seatrium dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat layanan untuk pelanggan regional, dan memanfaatkan teknologi modern di fasilitas yang lebih besar. 

Strategi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika industri galangan kapal serta memperkuat daya saing di tingkat regional.

Langkah divestasi ini juga menunjukkan pendekatan Seatrium yang proaktif dan terencana dalam mengelola portofolio aset, menjaga kesinambungan bisnis, serta memaksimalkan nilai pemegang saham. 

Fokus pada fasilitas inti di Batam diharapkan dapat memperkuat posisi Seatrium sebagai pemain utama industri galangan kapal di Asia Tenggara, sambil tetap mendukung pelanggan dan proyek strategis di kawasan.

Dengan strategi ini, Seatrium menegaskan bahwa pengelolaan aset secara selektif dan fokus pada portofolio inti menjadi kunci keberlanjutan jangka panjang serta ekspansi global yang terukur.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zakat Fitrah Kini Bisa Dibayarkan Mudah Lewat Aplikasi Digital

Zakat Fitrah Kini Bisa Dibayarkan Mudah Lewat Aplikasi Digital

Kumpulan Ucapan Idul Fitri 2026 Lucu Menyentuh Penuh Makna Islami

Kumpulan Ucapan Idul Fitri 2026 Lucu Menyentuh Penuh Makna Islami

Pilihan Baju Lebaran Pria Keren Minimalis Hingga Modern Tren 2026

Pilihan Baju Lebaran Pria Keren Minimalis Hingga Modern Tren 2026

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran

Beredar Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial, Ini Klarifikasi BKN

Beredar Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial, Ini Klarifikasi BKN