Kesiapan Korlantas Polri Capai 100 Persen Hadapi Mudik Lebaran 2026

Kesiapan Korlantas Polri Capai 100 Persen Hadapi Mudik Lebaran 2026
Kesiapan Korlantas Polri Capai 100 Persen Hadapi Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Korlantas Polri menegaskan kesiapan penuh menjelang Mudik Lebaran 2026. 

Seluruh instrumen pengamanan, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pos layanan, telah berada pada tahap finalisasi 100 persen. 

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Prianto, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh dari operasi mudik tahun sebelumnya untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.

Baca Juga

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran

“Kami sudah melakukan beberapa kajian, termasuk hasil survei evaluasi operasi-operasi sebelumnya pada 2025. Kami harus bisa mempertahankan ini,” jelas Prianto. 

Dengan target mempertahankan capaian positif dari tahun sebelumnya, seluruh skema pengamanan telah dirancang untuk menyesuaikan kondisi di lapangan secara real time.

Beberapa skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain contra flow, one way lokal, one way sepenggal, hingga one way nasional. Menurut Prianto, implementasi skema ini akan dilakukan sesuai kondisi nyata di lapangan, untuk memecah kepadatan dan mengurangi risiko kemacetan parah.

Pos Layanan dan Personel Siaga

Korlantas Polri telah menyiapkan setidaknya 26 pos pelayanan untuk mendukung arus mudik. Pos-pos tersebut ditempatkan di titik rawan kemacetan dan daerah yang berpotensi menghadapi risiko bencana. 

Meskipun Prianto tidak merinci jumlah personel yang diterjunkan, dia memastikan operasi mudik akan melibatkan ratusan personel yang siap mengawal kelancaran perjalanan masyarakat.

“Sudah 100 persen karena tanggal 13 Maret kami sudah mulai operasi ketupat. Kami sudah all out, siap menghadapi seluruh kemungkinan,” tegas Prianto. 

Kehadiran pos-pos layanan ini diharapkan mempermudah koordinasi, memberikan informasi real time kepada pemudik, serta menjadi pusat bantuan darurat jika terjadi kendala di jalur mudik.

Proyeksi Pergerakan Pemudik

Kemenhub dan instansi terkait memproyeksikan total pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai 50,60 persen penduduk atau sekitar 143,91 juta orang. Provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak adalah Jawa Barat (30,97 juta orang), DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang). 

Sementara itu, tujuan pergerakan terbanyak mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).

Titik asal perjalanan yang paling padat berada di wilayah Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi, sedangkan tujuan terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten Jawa Tengah. 

Untuk moda transportasi, mayoritas masyarakat menggunakan mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang, diikuti sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang).

Mayoritas pengguna mobil memilih jalur tol (50,63 juta orang), sementara sepeda motor mayoritas melalui jalur alternatif (8,65 juta orang). Dengan data ini, Korlantas Polri menekankan pentingnya kesiapan manajemen arus lalu lintas di titik-titik kritis untuk mengurangi kemacetan panjang.

Titik Terpadat Transportasi

Analisis simpul transportasi memperlihatkan beberapa titik padat yang harus menjadi perhatian. Stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen dengan perkiraan 2,38 juta orang, sedangkan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu (867.000 orang). 

Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan menjadi bandara terpadat baik asal (2,13 juta orang) maupun tujuan (1,05 juta orang).

Terminal Pulo Gebang menjadi terminal asal terpadat (2,31 juta orang) dan Terminal Tirtonadi sebagai terminal tujuan terpadat (1,44 juta orang). Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan asal terpadat (214.000 orang), sedangkan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak (158.000 orang). 

Jalur penyeberangan Merak–Bakauheuni diperkirakan menampung 6,06 juta orang, sehingga menjadi salah satu titik kritis dalam pengawasan dan koordinasi.

Kesiapan Korlantas Polri bukan hanya melibatkan aparat lalu lintas, tetapi juga koordinasi lintas sektor. Evaluasi data sebelumnya, perencanaan real time, hingga pengawasan di titik rawan menjadi fondasi bagi keberhasilan arus mudik. 

Prianto menegaskan bahwa semua skema akan disesuaikan dengan situasi aktual di lapangan, memastikan pengamanan optimal dan arus mudik lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, operasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan pemerintah dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan dan efektivitas transportasi publik.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zakat Fitrah Kini Bisa Dibayarkan Mudah Lewat Aplikasi Digital

Zakat Fitrah Kini Bisa Dibayarkan Mudah Lewat Aplikasi Digital

Kumpulan Ucapan Idul Fitri 2026 Lucu Menyentuh Penuh Makna Islami

Kumpulan Ucapan Idul Fitri 2026 Lucu Menyentuh Penuh Makna Islami

Pilihan Baju Lebaran Pria Keren Minimalis Hingga Modern Tren 2026

Pilihan Baju Lebaran Pria Keren Minimalis Hingga Modern Tren 2026

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran

Beredar Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial, Ini Klarifikasi BKN

Beredar Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial, Ini Klarifikasi BKN