JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus mengalami fluktuasi harian.
Pada Selasa, 10 Maret 2026, beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan. Elpiji 3 kg mengalami kenaikan sebesar Rp 211 atau 1,07 persen, cabai rawit naik Rp 316 atau 0,36 persen, cabai besar naik Rp 410 atau 1,39 persen, dan cabai keriting naik Rp 560 atau 1,75 persen.
Sementara itu, bahan pokok lain mengalami penurunan harga. Daging sapi paha belakang turun Rp 278 atau 0,23 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.012 atau 1,43 persen, dan telur ayam kampung turun Rp 1.231 atau 2,65 persen. Sembako lain, seperti beras, gula, minyak goreng, dan bawang, relatif stabil tanpa perubahan berarti.
Baca JugaPrabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran
Pemantauan harga harian menjadi penting bagi masyarakat untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Dengan informasi ini, konsumen dapat menyesuaikan belanja mereka di tengah kondisi harga yang tidak menentu, sekaligus menjaga kestabilan pengeluaran.
Daftar Harga Sembako Rata-Rata
Sembako atau sembilan bahan pokok merupakan kebutuhan dasar rumah tangga. Sembilan komoditas ini meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi, daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, serta gas elpiji dan minyak tanah, plus garam.
Selain itu, cabai menjadi bahan pokok penting yang mempengaruhi biaya dapur masyarakat.
Berikut daftar harga rata-rata sembako di Jawa Timur pada 10 Maret 2026, berdasarkan Siskaperbapo:
Beras Premium: Rp 14.881/kg
Beras Medium: Rp 12.967/kg
Gula Kristal Putih: Rp 16.676/kg
Minyak Goreng Curah: Rp 18.747/kg
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.581/liter
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 17.578/liter
Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.109/liter
Daging Sapi Paha Belakang: Rp 120.797/kg
Daging Ayam Ras: Rp 38.564/kg
Daging Ayam Kampung: Rp 69.558/kg
Telur Ayam Ras: Rp 29.345/kg
Telur Ayam Kampung: Rp 45.168/kg
Susu Kental Manis Bendera 370 gr: Rp 12.488
Susu Kental Manis Indomilk 370 gr: Rp 12.339
Susu Bubuk Bendera 400 gr: Rp 41.247
Susu Bubuk Indomilk 400 gr: Rp 40.433
Garam Bata: Rp 1.715
Garam Halus: Rp 9.162/kg
Cabai Merah Keriting: Rp 32.620/kg
Cabai Merah Besar: Rp 29.898/kg
Cabai Rawit Merah: Rp 88.988/kg
Bawang Merah: Rp 36.208/kg
Bawang Putih: Rp 31.112/kg
Gas Elpiji: Rp 19.958
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga
Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor kompleks. Kenaikan harga biasanya terjadi jika permintaan meningkat tetapi pasokan tetap atau berkurang. Sebaliknya, bila penawaran melebihi permintaan, harga dapat turun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat hujan berlebih, banjir, atau kekeringan akan meningkatkan harga beberapa komoditas.
Selain itu, kebijakan pemerintah seperti impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain dapat memengaruhi biaya bahan pokok.
Faktor biaya produksi juga berpengaruh. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang berdampak pada harga jual. Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama untuk komoditas impor, juga turut memengaruhi harga.
Inflasi yang tinggi menambah tekanan kenaikan harga sembako. Sementara masalah distribusi, seperti kemacetan, pemogokan, atau keterlambatan logistik, dapat menimbulkan kelangkaan sementara dan mendorong harga naik.
Pentingnya Pemantauan dan Kebijakan Stabilitas
Masyarakat diimbau terus memantau harga sembako untuk menyesuaikan anggaran belanja harian. Informasi harga yang akurat membantu rumah tangga dalam perencanaan pengeluaran dan memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi tanpa membebani keuangan.
Pemerintah dan stakeholder terkait juga diharapkan menjalankan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga. Monitoring harian, subsidi strategis, dan pengaturan distribusi menjadi kunci agar pasokan tetap aman dan harga tidak bergejolak terlalu ekstrem.
Kondisi pasar yang berbeda di setiap daerah mengharuskan adanya koordinasi lintas wilayah. Harga rata-rata di Jawa Timur memberikan gambaran umum, namun harga di pasar lokal dapat berbeda tergantung kondisi distribusi dan ketersediaan produk.
Harga sembako di Jawa Timur mengalami kenaikan pada elpiji 3 kg dan cabai, sementara daging dan telur ayam kampung turun. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari permintaan, pasokan, cuaca, kebijakan pemerintah, biaya produksi, hingga distribusi logistik.
Pemantauan harga harian menjadi penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga dan memastikan ketahanan pangan masyarakat.
Pemerintah bersama masyarakat dan pelaku pasar harus bekerja sama untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Keseimbangan ini menjadi kunci agar harga sembako tetap terjangkau, aman, dan stabil, sehingga kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi secara optimal.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran
- Selasa, 10 Maret 2026
Berita Lainnya
Prabowo Bahas Ketahanan Pangan dan Energi Saat Ratas Hambalang Jelang Lebaran
- Selasa, 10 Maret 2026
Beredar Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial, Ini Klarifikasi BKN
- Selasa, 10 Maret 2026







