Smart Thermostat Tak Pernah Lihat Jendela, Deteksi Cuma Tebakan
NAVIGASI.CO.ID — Fitur deteksi jendela terbuka di smart thermostat ternyata tidak pernah membaca kondisi jendela secara langsung. Perangkat hanya menebak dari perubahan suhu ruangan, dan tebakan itu berujung pada pemborosan energi saat jendela masih terbuka.
Fitur bernama open window detection seharusnya mendeteksi jendela. Kenyataannya, fitur ini hanya mendeteksi hawa dingin yang masuk. Tado menyebut versinya mengamati perubahan mendadak pada suhu atau kelembapan. Katup radiator pintar Netatmo memantau penurunan suhu.
Tidak ada satu pun sistem itu yang benar-benar menyentuh jendela. Semuanya hanya membaca sensor suhu, melihat ruangan mendingin terlalu cepat, lalu menebak.
Kenapa Tebakan Ini Selalu Bocor
Netatmo justru membanggakan sensornya. Panduan resmi mereka menyebut katup mampu mengukur suhu dengan toleransi sekitar sepersepuluh derajat Celsius. Angka itu mengesankan, tapi tetap hanya pembacaan udara di dalam ruangan.
Cara kerjanya mirip lampu sensor gerak di teras. Lampu tidak pernah melihat orang, hanya mendeteksi sesuatu yang hangat bergerak lalu menyala. Thermostat mendeteksi hawa dingin mendadak lalu mematikan pemanas.
Masalahnya, mengenali hawa dingin itu baru separuh pekerjaan. Mengetahui kapan hawa dingin berhenti justru bagian yang paling rapuh. Begitu ruangan dingin dan stabil, tidak ada lagi yang berubah, dan kondisi itu tampak identik dengan ruangan yang jendelanya tertutup.
Bagi Tado, timer 15 menit bukan kemalasan. Itu satu-satunya cara menebak. Pengguna bisa memperpanjang timer, tapi itu hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.
Halaman bantuan Netatmo paling jujur soal ini. Katup mereka butuh minimal tiga menit untuk mengenali jendela terbuka. Pemanas lalu mati sekitar setengah jam dan menyala kembali meski jendela masih terbuka. Setelah itu, deteksi dimatikan selama 30 menit berikutnya.
Bayangkan jendela kamar dibiarkan terbuka selama satu jam. Menurut aturan Netatmo, pemanas mati kira-kira pada setengah jam pertama. Separuh waktu berikutnya, radiator menghangatkan ruangan yang jendelanya masih terbuka, dan tidak ada yang menghentikannya.
Ecobee Pakai Sensor Kontak, Google Serahkan ke Pengguna
Sensor kontak adalah benda yang benar-benar menyentuh jendela. Bentuknya dua keping kecil: magnet di jendela dan sakelar di kusen. Saat keduanya terpisah, sensor tahu jendela terbuka. Saat bertemu lagi, sensor tahu jendela tertutup.
Ecobee jadi contoh paling jelas. Fitur Pause When Open menunggu jendela dengan sensor Ecobee terbuka selama lima menit, lalu menghentikan pemanas. Pemanas menyala lagi setelah jendela tertutup 30 detik.
Untuk jendela kamar yang dibuka selama satu jam, pemanas tetap mati sejak menit kelima sampai jendela ditutup. Tidak ada tebakan di kedua arah.
Thermostat Nest milik Google tidak dilengkapi perangkat semacam ini. Nest terbaru bahkan bisa mengingatkan pengguna untuk membuka jendela, meski halaman bantuan Google tidak menjelaskan bagaimana perangkat tahu jendela sudah ditutup.
Script editor di Google Home bisa menutup celah itu dengan mengubah mode thermostat ketika sensor jendela terbuka. Home Assistant melangkah lebih jauh lewat add-on komunitas bernama Better Thermostat yang mencantumkan fitur "biarkan jendela Anda menonaktifkan pemanas".
Harga yang Harus Dibayar untuk Jawaban Akurat
Mendapat jawaban benar setiap saat memang lebih mahal daripada menebak. Sensor kontak sederhana dijual sekitar USD 8. Satu sensor hanya mengetahui satu jendela. Tiga jendela berarti tiga sensor dan tiga baterai yang harus diganti.
Ada pula biaya bulanan. Tabel paket Ecobee menunjukkan pembagian yang terasa janggal. Paket gratis sudah memberi peringatan saat jendela terbuka. Untuk menghentikan pemanas, pengguna perlu paket Plus seharga USD 5 per bulan.
Thermostat sudah tahu jendela terbuka tanpa biaya tambahan. Tapi untuk bertindak atas informasi itu, pengguna harus membayar ekstra.
Bosch punya pendekatan berbeda. Thermostat radiator pintarnya memantau penurunan suhu sendiri, lalu mematikan diri begitu jendela terbuka. Tidak ada sensor kontak, tapi juga tidak ada timer yang menebak-nebak.
Perbaikan sebenarnya sederhana: pasang sensor di jendela. Tebakan yang lebih canggih tidak akan menyelesaikan masalah selama tidak ada perangkat yang benar-benar menyentuh jendela. Tanpa itu, tagihan listrik yang membengkak tinggal menunggu waktu.