JAKARTA - Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menekankan pentingnya perhatian khusus dalam distribusi barang esensial menjelang penerapan kebijakan Zero Over Dimension Overload (ODOL) pada 2027.
Hal ini terutama berlaku bagi air minum dalam kemasan (AMDK) agar pasokan tetap lancar dan tidak terganggu. Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, menekankan pentingnya masa transisi yang terukur agar industri bisa menyesuaikan armada, pola distribusi, dan perencanaan biaya.
“Masa transisi yang jelas akan memberi ruang bagi industri untuk menyesuaikan armada, pola distribusi, dan perencanaan biaya tanpa menimbulkan gangguan pasokan di masyarakat,” ujar Karyanto.
Baca JugaCOCO Optimistis Capai Pertumbuhan Penjualan Dan Laba 20 Persen 2026
AMDK membutuhkan distribusi kontinu karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Tanpa strategi yang matang, kebijakan Zero ODOL berpotensi menimbulkan gangguan pada pasokan harian, terutama di kota-kota besar dan wilayah industri.
Jalur Logistik Khusus sebagai Solusi
Amdatara mendorong pemerintah untuk mengembangkan jalur logistik khusus (dedicated logistics corridors) yang menghubungkan pabrik AMDK, kawasan industri, dan koridor distribusi antarkota. Tujuannya adalah meminimalkan konflik dengan lalu lintas umum dan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.
“Kehadiran jalur logistik yang lebih terkelola akan mengurangi konflik dengan lalu lintas umum, meningkatkan ketepatan waktu distribusi, serta menurunkan risiko gangguan selama periode pembatasan lalu lintas tertentu,” tambah Karyanto.
Selain itu, jalur logistik khusus akan memungkinkan armada distribusi AMDK beroperasi dengan efisiensi tinggi, mengurangi biaya operasional, dan menurunkan risiko kerusakan produk akibat keterlambatan.
Percepatan Angkutan Intermoda
Selain jalur khusus, Amdatara menekankan pentingnya integrasi moda transportasi. Kombinasi angkutan jalan, kereta api, dan kapal laut untuk distribusi jarak menengah hingga jauh diyakini dapat menurunkan ketergantungan pada transportasi darat penuh.
Peningkatan kapasitas dan konektivitas moda alternatif ini juga diharapkan dapat menekan biaya logistik, menjaga harga jual tetap kompetitif, dan mendukung keberhasilan Zero ODOL secara ekonomi dan berkelanjutan.
Strategi intermoda menjadi krusial bagi wilayah yang memiliki pabrik dan konsumen tersebar, termasuk kota-kota besar maupun wilayah hinterland yang sulit dijangkau.
Konsistensi Regulasi dan Digitalisasi Logistik
AMDATARA menekankan bahwa keberhasilan Zero ODOL tidak hanya soal fisik jalur transportasi, tetapi juga penegakan hukum dan sinkronisasi kebijakan lintas sektor.
“Selain itu, pengurangan pungutan di lapangan oleh oknum tertentu serta penyederhanaan regulasi juga penting untuk diperhatikan,” kata Karyanto. Selain itu, digitalisasi sistem logistik dan penguatan data menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan berjalan akurat dan terintegrasi.
Sistem digital ini memungkinkan pemantauan armada secara real-time, prediksi kebutuhan distribusi, serta koordinasi antar moda transportasi untuk menjaga kontinuitas pasokan AMDK.
Kolaborasi Industri dan Pemerintah
Amdatara siap berperan sebagai mitra dialog pemerintah dalam implementasi Zero ODOL. Organisasi ini akan menyediakan masukan berbasis data lapangan untuk memastikan kebijakan tidak hanya efektif secara regulatif, tetapi juga berkelanjutan dari sisi ekonomi dan sosial.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan meminimalkan risiko gangguan distribusi selama fase transisi hingga kebijakan berjalan penuh pada 2027. Dengan strategi yang tepat, Zero ODOL tidak hanya menegakkan keselamatan transportasi, tetapi juga menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat secara stabil.
Karyanto menegaskan, koordinasi antara pemerintah dan pelaku industri, didukung oleh infrastruktur, regulasi yang konsisten, dan digitalisasi, menjadi kunci sukses implementasi Zero ODOL.
Hal ini sekaligus membuka peluang untuk pengembangan jalur distribusi modern dan efisien yang mendukung pertumbuhan sektor AMDK di Indonesia.
Pengembangan jalur logistik khusus, percepatan moda intermoda, digitalisasi logistik, dan regulasi yang konsisten menjadi strategi utama bagi keberhasilan Zero ODOL. AMDK sebagai kebutuhan esensial menuntut distribusi kontinu, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi sangat krusial.
Dengan dukungan jalur khusus, integrasi moda, serta penguatan sistem digital, industri AMDK diyakini mampu menghadapi tantangan kebijakan Zero ODOL pada 2027 tanpa mengganggu pasokan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan distribusi di seluruh Indonesia.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menlu RI Tegaskan Peran Aktif Dukung Perdamaian Palestina Berkelanjutan
- Jumat, 20 Februari 2026
Profil Prihati Pujowaskito: Latar Belakang dan Karir di BPJS Kesehatan
- Jumat, 20 Februari 2026
Cak Imin Lantik Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Sebagai Dirut BPJS
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Profil Prihati Pujowaskito: Latar Belakang dan Karir di BPJS Kesehatan
- Jumat, 20 Februari 2026
Cak Imin Lantik Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Sebagai Dirut BPJS
- Jumat, 20 Februari 2026
Menhut Tegaskan Perhutanan Sosial Kunci Kelestarian Hutan dan Kesejahteraan
- Jumat, 20 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Kemenhub Dorong Kesiapan Pemda Yogyakarta Hadapi Lonjakan Mudik 2026
- 20 Februari 2026
4.
Gubernur Jatim Sidak Harga Sembako Pastikan Stok Ramadan 2026 Aman
- 20 Februari 2026







