JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa sekitar 144 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H.
Prediksi ini didasarkan pada hasil survei nasional, dengan angka yang dapat meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat lebih tinggi dari hasil survei.
Dudy menjelaskan bahwa survei tahun ini mencatat sekitar 143,7 juta orang akan mudik, namun pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan kenaikan jumlah pemudik, mengingat data tahun lalu yang menunjukkan kenaikan signifikan dari angka survei yang diperkirakan sebanyak 146 juta orang, namun akhirnya mencapai 154 juta orang.
Baca JugaUpaya DPR Perkuat Aturan Tata Kelola Nikel untuk Daya Saing Nasional
"Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta," ujarnya.
Antisipasi dan Persiapan Operasional Posko Angkutan Lebaran
Menurut Dudy, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik, yang akan melibatkan sejumlah posko angkutan Lebaran yang beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Posko ini bertujuan untuk mengoordinasikan berbagai moda transportasi, termasuk transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian, sehingga dapat meminimalisir potensi hambatan dan kemacetan yang dapat terjadi selama masa mudik dan balik Lebaran.
Salah satu langkah antisipasi yang disiapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang yang menggunakan kendaraan dengan sumbu tiga ke atas.
Namun, pembatasan ini akan dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, serta kebutuhan penting lainnya, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian yang telah disepakati.
Rekayasa Lalu Lintas dan Sistem Ganjil Genap
Untuk menghindari kemacetan yang lebih parah, Kementerian Perhubungan bersama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga akan menerapkan beberapa rekayasa lalu lintas. Sistem contraflow, sistem satu arah (one way), serta sistem ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat akan diterapkan.
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kelancaran arus mudik, agar perjalanan masyarakat tetap aman dan efisien selama periode Lebaran.
"Pada arus mudik, kami akan berkoordinasi dengan Polri untuk mengoptimalkan jalur-jalur tol dengan sistem satu arah. Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan bisa meminimalisir potensi kemacetan yang terjadi, sehingga perjalanan mudik menjadi lebih lancar," tambah Dudy.
Kebijakan WFA dan Penundaan Penyeberangan Bali
Selain itu, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA).
Kebijakan ini akan berlaku pada 16-17 Maret untuk arus mudik dan pada 25-26 Maret untuk arus balik. Kebijakan WFA diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat secara lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan pemudik pada tanggal-tanggal tertentu yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Dalam perayaan Nyepi yang akan berlangsung pada 19 Maret 2026, Dudy menambahkan, pemerintah juga akan melakukan penghentian sementara penyeberangan menuju Pulau Bali.
Sebagai langkah antisipasi, sistem penundaan (delaying system) dan zona penyangga (buffer zone) akan diberlakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan bagi pemudik yang menuju Bali.
“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujarnya.
Sinergi Antara Pemerintah Provinsi dan Polri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak TNI dan Polri dalam memastikan kelancaran arus mudik.
Sinergi ini mencakup pengawasan dan pengaturan arus lalu lintas baik untuk transportasi darat, laut, udara, kereta api, maupun tol.
"Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan," kata Khofifah.
Dengan berbagai langkah yang telah dipersiapkan, pemerintah berharap dapat meminimalkan potensi hambatan yang biasanya terjadi pada saat puncak arus mudik Lebaran, dan memastikan pemudik dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern
- Jumat, 20 Februari 2026
PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern
- Jumat, 20 Februari 2026
PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile
- Jumat, 20 Februari 2026
Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Simulasi Manasik Haji di Aceh untuk Calon Jemaah
- Jumat, 20 Februari 2026







