Komitmen Pemkab Gunungkidul Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan

Komitmen Pemkab Gunungkidul Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan
Komitmen Pemkab Gunungkidul Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan

JAKARTA - Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan keseriusannya dalam mengawal program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Memasuki bulan suci Ramadan, muncul pertanyaan mengenai keberlangsungan distribusi makanan bagi para siswa. Namun, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan strategi khusus agar program ini tidak terhenti, melainkan beradaptasi dengan pola ibadah puasa yang dijalankan oleh mayoritas peserta didik.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa asupan nutrisi bagi anak-anak di Gunungkidul tetap terjaga, meskipun terdapat perubahan jam operasional sekolah dan aktivitas fisik selama bulan puasa. Fokus utama dari penyesuaian ini adalah pengalihan waktu distribusi yang biasanya dilakukan pada siang hari menjadi sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Strategi Distribusi dan Penyesuaian Waktu Selama Ramadan

Baca Juga

Kementerian ESDM dan PLN Perluas Akses Listrik Papua Tengah

Perubahan skema ini dilakukan untuk menghormati siswa yang menjalankan ibadah puasa sekaligus tetap memberikan hak nutrisi bagi mereka yang tidak berpuasa. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul bersama dengan pihak terkait telah merancang jadwal yang presisi agar makanan yang sampai ke tangan siswa tetap dalam kondisi segar dan layak konsumsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan akan mengikuti kalender pendidikan dan jam belajar yang telah disesuaikan. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak di wilayah tersebut.

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul dipastikan akan terus berjalan selama bulan Ramadan," ujar Nunuk Setyowati saat memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan program tersebut.

Mekanisme Penyaluran Makanan untuk Berbuka Puasa

Dalam skema terbaru ini, paket makanan yang biasanya dibagikan pada jam istirahat sekolah akan dialihkan sebagai menu berbuka puasa. Hal ini bertujuan agar manfaat dari program MBG tetap dirasakan secara optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa.

Nunuk merinci bahwa distribusi akan dilakukan sesaat sebelum jam pulang sekolah atau melalui titik-titik distribusi yang telah disepakati dengan pihak sekolah dan komite. Dengan demikian, anak-anak dapat membawa pulang paket makanan tersebut untuk dinikmati bersama keluarga saat azan magrib berkumandang.

"Skema penyaluran selama Ramadan akan mengalami penyesuaian waktu. Jika biasanya diberikan siang hari, maka selama Ramadan akan disalurkan sore hari menjelang waktu berbuka puasa," ucapnya lebih lanjut.

Menjaga Kualitas Nutrisi dan Higienitas Makanan

Meskipun terjadi perubahan waktu distribusi, standar gizi yang terkandung dalam setiap porsi makanan tidak akan dikurangi. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap mengawasi ketat pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas makanan akibat durasi penyimpanan yang lebih lama sebelum dikonsumsi.

Keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan menu juga terus didorong. Selain untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar, penggunaan bahan baku lokal menjamin kesegaran sayur, protein, dan buah-buahan yang disajikan kepada siswa. Pengawasan dari Dinas Kesehatan juga tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan aspek sanitasi terpenuhi dengan baik.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat dan Daerah

Keberlanjutan program MBG di Gunungkidul selama Ramadan ini merupakan wujud sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi di tingkat daerah. Gunungkidul sendiri menjadi salah satu wilayah percontohan yang dinilai cukup berhasil dalam mengimplementasikan program ini secara efisien.

Pihak sekolah pun menyambut baik kebijakan pengalihan jam distribusi ini. Guru dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam mendata siswa yang berhak menerima serta mengatur teknis pembagian agar tertib dan tepat sasaran. Dengan adanya jaminan makan bergizi untuk berbuka, beban ekonomi orang tua diharapkan dapat sedikit berkurang selama bulan Ramadan yang biasanya diiringi dengan kenaikan harga pangan.

Evaluasi Berkala dan Harapan Masa Depan

Nunuk Setyowati menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi mingguan selama Ramadan untuk melihat efektivitas skema sore hari ini. Jika ditemukan kendala logistik atau teknis di lapangan, tim akan segera melakukan perbaikan demi kenyamanan para siswa.

"Kami ingin memastikan bahwa meskipun dalam suasana berpuasa, anak-anak kita tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan aktivitas belajar mereka," tambahnya.

Melalui komitmen ini, Kabupaten Gunungkidul membuktikan bahwa program sosial dan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai religius masyarakat. Harapannya, setelah Ramadan berakhir, pola makan sehat yang telah diperkenalkan melalui program MBG ini dapat menjadi kebiasaan baru bagi anak-anak dan keluarga di rumah.

Pentingnya Edukasi Gizi Bagi Siswa dan Orang Tua

Selain sekadar membagikan makanan, momentum Ramadan ini juga digunakan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang saat berbuka dan sahur. Siswa diajarkan untuk memahami porsi ideal antara karbohidrat, protein, dan serat agar tubuh tetap bugar selama menjalankan puasa.

Program MBG bukan hanya soal mengisi perut, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Gunungkidul. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan mencakup lebih banyak sekolah di masa mendatang.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia

Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia

Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern

Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern

PLN Jawa Timur Bukukan Penjualan Listrik 46,3 TWh Sepanjang 2025, Sinyal Kuat Pertumbuhan Ekonomi Regional

PLN Jawa Timur Bukukan Penjualan Listrik 46,3 TWh Sepanjang 2025, Sinyal Kuat Pertumbuhan Ekonomi Regional

PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile

PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Simulasi Manasik Haji di Aceh untuk Calon Jemaah

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Simulasi Manasik Haji di Aceh untuk Calon Jemaah