Penetrasi Asuransi Jiwa Masih Tipis, IFG Life Percepat Transformasi Digital Perlindungan Masyarakat
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) tengah memperkuat strategi pengembangan bisnis melalui percepatan digitalisasi layanan di tengah tantangan masih rendahnya penetrasi asuransi jiwa di Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan premi yang tertekan. Strategi ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memperluas akses perlindungan bagi masyarakat dan meningkatkan relevansi layanannya di era digital.
Penetrasi Asuransi Jiwa yang Masih Rendah dan Tantangan Industri
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi industri asuransi nasional masih rendah, hanya mencapai 2,72 persen terhadap PDB pada 2025, sebuah gambaran bahwa adopsi produk asuransi oleh masyarakat belum optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memanfaatkan produk asuransi jiwa secara luas, padahal industri ini memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan finansial individu di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga
Selain itu, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa pendapatan premi asuransi jiwa hingga kuartal III-2025 mencapai Rp133,22 triliun, namun masih mengalami tekanan di sejumlah segmen pasar. Kondisi ekonomi makro yang berubah serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi finansial menjadi faktor yang turut memengaruhi performa premi.
Peluang Besar di Tengah Tantangan
Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, menyatakan bahwa rendahnya penetrasi justru membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas basis bisnis dan meningkatkan akses proteksi masyarakat. Hal ini menjadi momentum bagi IFG Life untuk terus berinovasi dengan produk yang lebih relevan, komprehensif, dan terjangkau bagi masyarakat luas.
“Penetrasi asuransi yang masih rendah menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar sekaligus tantangan bagi industri. Bagi IFG Life, kondisi ini menjadi momentum untuk memperluas akses perlindungan melalui produk yang relevan, komprehensif, dan terjangkau,” ujar Gatot dalam wawancara terkait.
Optimalisasi Layanan Digital Sebagai Kunci Strategis
Merespons kondisi tersebut, IFG Life menempatkan digitalisasi sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat jangkauan layanan. Perusahaan mengoptimalkan platform digital bernama One by IFG yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi, edukasi, hingga pembelian produk asuransi jiwa secara daring. Platform ini juga memfasilitasi pengelolaan polis serta integrasi layanan kesehatan online, termasuk konsultasi dokter dan penerbitan surat rujukan medis dalam satu ekosistem digital yang komprehensif.
Tingginya penetrasi internet di Indonesia juga menjadi faktor pendorong kuat bagi strategi ini. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 80 persen dari total populasi pada 2025, membuka peluang distribusi produk asuransi berbasis digital yang lebih luas di seluruh wilayah tanah air.
Gatot menyatakan bahwa digitalisasi memungkinkan IFG Life menghadirkan layanan proteksi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern serta membantu meningkatkan literasi asuransi secara keseluruhan. Melalui One by IFG, perusahaan berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat untuk mendapatkan perlindungan finansial.
Pertumbuhan Aktivitas Digital dan Capaian Pengguna
Hingga akhir 2025, penggunaan platform One by IFG mencatat angka yang cukup signifikan. Lebih dari 500.000 pengguna telah memanfaatkan layanan ini, dengan sekitar 370.000 pengguna aktif secara rutin. Selain itu, platform tersebut mencatat lebih dari 250.000 transaksi yang mencakup layanan kesehatan, proteksi, serta investasi — sebuah indikasi bahwa masyarakat mulai terbuka terhadap pemanfaatan layanan asuransi berbasis digital.
Capaian ini dinilai menjadi salah satu pendorong utama peningkatan aktivitas bisnis IFG Life di tengah kondisi penetrasi asuransi jiwa yang masih rendah di Indonesia. Dengan mempertahankan inovasi dan fokus pada layanan digital, perusahaan optimis dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan perlindungan masyarakat dan akses terhadap produk asuransi jiwa yang selama ini kurang merata.
Mendorong Inklusi Keuangan Nasional
Melalui strategi digital yang terintegrasi, IFG Life tidak hanya bertujuan untuk memperluas pangsa pasar tetapi juga mendukung percepatan inklusi keuangan nasional. Literasi asuransi yang lebih baik dinilai vital untuk membentuk pemahaman masyarakat akan pentingnya proteksi finansial sejak dini — terutama di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Platform digital seperti One by IFG diharapkan mampu menyingkap berbagai hambatan tradisional dalam industri asuransi, seperti proses administrasi yang rumit atau keterbatasan akses geografis. Dengan demikian, strategi tersebut tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini kurang tersentuh oleh layanan asuransi konvensional.
Dengan fokus pada inovasi digital dan peningkatan akses, IFG Life berupaya menjawab tantangan industri asuransi jiwa di Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
TPIA Genjot Hilirisasi Industri Kimia Dengan Pabrik CA-EDC 50 Persen
- Jumat, 20 Februari 2026
Freeport Perpanjang Izin, Uji Konsistensi Hilirisasi dan Manfaat Ekonomi
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Freeport Perpanjang Izin, Uji Konsistensi Hilirisasi dan Manfaat Ekonomi
- Jumat, 20 Februari 2026
KB Bank dan BNI Asset Management Hadirkan Reksadana Di Kantor Cabang
- Jumat, 20 Februari 2026







