JAKARTA - Karya seni Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali mencuri perhatian publik dalam ajang lelang amal.
Lukisan bertema ‘Kuda Api’ ini terjual seharga Rp6,5 miliar, dibeli oleh pengusaha Low Tuck Kwong, taipan tambang sekaligus pendiri Bayan Resources.
Lelang ini digelar dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Partai Demokrat, dengan tema “Harmoni Nusantara: Bersama Kita Kuat Bersatu Dalam Harapan Indonesia”. Acara berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga
Proses lelang sempat direkam dan diunggah di akun YouTube Partai Demokrat pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Osi Dermawan, penawaran berlangsung cepat dan penuh antusiasme. Harga lukisan dibuka dari Rp200 juta dan melonjak dalam hitungan menit hingga menembus miliaran rupiah.
Proses Penawaran yang Sengit
Sejak dibuka, penawaran berlangsung dinamis. Harga naik dari Rp200 juta ke Rp300 juta, Rp400 juta, Rp500 juta, dan kemudian menembus Rp1 miliar.
Dalam hitungan menit, angka penawaran melonjak menjadi Rp1,5 miliar, Rp2 miliar, Rp3 miliar, hingga akhirnya Rp6,5 miliar, yang menjadikan Low Tuck Kwong sebagai pembeli akhir.
Osi Dermawan menekankan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk kegiatan sosial. “Saya yakinkan tidak ada potongan apa pun. Semua full untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kecepatan penawaran dan antusiasme peserta lelang menunjukkan tingginya minat kolektor terhadap karya seni mantan presiden, terutama ketika dikaitkan dengan misi sosial dan kemanusiaan.
Kontribusi Sosial dan Transparansi Dana
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung SBY, menegaskan bahwa dana hasil lelang akan digunakan sepenuhnya untuk bantuan kemanusiaan.
“Lukisan tadi sepenuhnya untuk bantuan kemanusiaan, untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, masyarakat prasejahtera termasuk masyarakat yang terdampak bencana, khususnya juga masyarakat keturunan Tionghoa,” ucap AHY.
Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu masyarakat terdampak bencana di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Komitmen ini menunjukkan bahwa lelang bukan sekadar ajang eksklusif bagi kolektor, tetapi juga sarana konkret untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan filantropi.
Inspirasi di Balik ‘Kuda Api’
Lukisan berukuran 130 x 80 sentimeter ini menampilkan seekor kuda biru dengan surai berwarna api oranye menyala, mencerminkan semangat, energi, dan harapan baru. Tema “Kuda Api” sengaja dipilih bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek, yang identik dengan keberanian, optimisme, dan semangat membara.
Seperti lelang sebelumnya, karya SBY menarik perhatian karena gabungan nilai seni dan misi sosial. Nilai Rp6,5 miliar menjadikan ‘Kuda Api’ salah satu karya dengan harga termahal yang pernah dilelang, menunjukkan minat tinggi dari kalangan kolektor dan pengusaha terhadap karya mantan presiden yang juga berkontribusi sosial.
Selain itu, lukisan ini menegaskan posisi SBY sebagai seniman yang karya-karyanya memiliki daya tarik finansial dan sosial, sehingga setiap lelang bukan sekadar transaksi, tetapi juga aksi amal yang berdampak nyata.
Tren Lelang Amal dan Dampak terhadap Filantropi
Lelang karya seni SBY telah menjadi fenomena yang konsisten. Nilai fantastis yang dicapai, termasuk Rp6,5 miliar untuk ‘Kuda Api’, membuktikan minat besar masyarakat terhadap karya seni mantan presiden, terutama bila dikaitkan dengan tujuan sosial.
Acara lelang ini juga menyoroti peran konglomerat dan filantropi dalam kegiatan sosial. Low Tuck Kwong, sebagai pengusaha yang juga aktif dalam berbagai kegiatan filantropi, menunjukkan bahwa partisipasi dalam lelang seni bisa menjadi medium untuk menyumbang bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Selain itu, kombinasi antara publik figur, karya seni, dan misi sosial menciptakan sinergi yang efektif untuk menghimpun dana. Partai Demokrat menegaskan bahwa transparansi penggunaan dana menjadi prioritas, memastikan hasil lelang sepenuhnya dikhususkan untuk masyarakat prasejahtera dan korban bencana.
Tren ini memperlihatkan bahwa seni bukan hanya medium ekspresi, tetapi juga alat strategis dalam filantropi modern, menggabungkan nilai estetika, prestise, dan kontribusi sosial.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi Sinar Mas Agro Terpadu Bayar Obligasi dan Terbitkan Sukuk Baru
- Kamis, 19 Februari 2026
Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- Kamis, 19 Februari 2026
Prabowo Subianto Promosikan Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
- Kamis, 19 Februari 2026
Baznas Salurkan Paket Logistik Jelang Ramadhan Untuk Warga Prasejahtera
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- Kamis, 19 Februari 2026
Prabowo Subianto Promosikan Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
- Kamis, 19 Februari 2026
Baznas Salurkan Paket Logistik Jelang Ramadhan Untuk Warga Prasejahtera
- Kamis, 19 Februari 2026






