Strategi Investasi Cerdas: Perak Alternatif Saat Harga Emas Tinggi
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Pasar logam mulia global mencatat lonjakan harga emas yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Lonjakan ini memicu kekhawatiran investor mengenai keterjangkauan emas sebagai instrumen investasi. Di tengah kondisi ini, perak (silver) muncul sebagai alternatif yang lebih ramah di kantong, namun tetap menawarkan potensi lindung nilai terhadap fluktuasi ekonomi.
Rukma Wira, Head of Marketing Nellava Holding, menegaskan bahwa perak kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, melainkan instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat.
Baca JugaBelum Muncul Figur Berkualitas Daftar Seleksi Pimpinan OJK 2026
“Sejak harga emas naik tajam sekitar dua bulan terakhir, permintaan perak mulai meningkat signifikan,” katanya.
Fenomena ini menegaskan bahwa investor kini mempertimbangkan faktor harga dan likuiditas. Perak dengan harga lebih terjangkau menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengamankan aset tanpa harus mengeluarkan modal besar, sehingga instrumen ini kini naik daun sebagai primadona baru.
Harga Perak Lebih Terjangkau, Investor Pemula Tertarik
Harga perak berada di kisaran yang jauh lebih ekonomis dibandingkan emas. Untuk denominasi 25 gram, perak dibanderol mulai Rp982.000. Sementara untuk ukuran 1 kilogram, harga mencapai sekitar Rp39.304.000, atau setara dengan Rp40.000-an per gram.
“Kami menyadari bahwa silver menjadi primadona saat ini. Investor pemula merasa lebih nyaman memulai dengan modal yang lebih ringan dibandingkan emas,” ujar Rukma sambil menunjukkan fluktuasi harga pada layar monitor.
Faktor harga yang lebih rendah membuat perak menarik bagi kelompok masyarakat luas, termasuk pelajar, pekerja kantoran, dan pelaku UMKM. Dengan modal di bawah satu juta rupiah, mereka kini dapat memiliki logam mulia sebagai bentuk investasi yang aman dan likuid.
Perak juga memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Denominasi kecil memudahkan investor untuk membeli dan menjual sesuai kebutuhan finansial, sehingga instrumen ini menjadi pilihan investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Lonjakan Penjualan Perak hingga Ribuan Keping
Nellava Holding mencatat tren positif yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Pada kondisi normal, penjualan perak berkisar 100 keping per hari. Namun, saat harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH), penjualan perak melonjak drastis hingga 500–1.000 keping per hari.
Lonjakan ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara harga emas dan permintaan perak. Investor yang merasa emas terlalu mahal beralih ke perak sebagai alternatif likuiditas dan lindung nilai.
Untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, perusahaan baru saja meluncurkan produk perak dengan denominasi lebih kecil, yaitu 25 gram. Sebelumnya, pilihan terkecil adalah 50 gram.
Strategi ini memungkinkan masyarakat memulai investasi dengan modal yang lebih rendah, tanpa harus menunggu tabungan cukup untuk membeli emas.
Rukma menambahkan, strategi pemasaran ini tidak hanya meningkatkan jumlah investor, tetapi juga mendorong literasi investasi logam mulia di kalangan masyarakat. Dengan informasi yang cukup, investor dapat memahami manfaat perak sebagai diversifikasi portofolio.
Perak Sebagai Alternatif Investasi Cerdas
Investor semakin menyadari bahwa perak memiliki sejumlah keunggulan sebagai instrumen investasi. Selain harga lebih terjangkau, perak mudah dijual kembali, memiliki nilai likuiditas tinggi, dan mampu melindungi aset dari inflasi.
Selain itu, investasi perak memungkinkan pembelian secara bertahap. Investor dapat mulai dengan jumlah kecil, lalu menambah keping seiring dengan kemampuan finansial. Hal ini berbeda dengan emas yang membutuhkan modal besar di awal, sehingga membatasi akses bagi investor pemula.
Pasar perak juga relatif stabil dibandingkan instrumen spekulatif lain. Meskipun harga emas naik drastis, perak tetap menawarkan alternatif yang realistis bagi mereka yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan logam mulia tanpa risiko modal terlalu besar.
Menurut Rukma, investasi perak juga memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha untuk menyimpan aset cadangan. Pelaku UMKM dapat membeli perak sebagai simpanan likuid sambil menjalankan usaha sehari-hari, sehingga instrumen ini multifungsi: sebagai investasi sekaligus cadangan nilai finansial.
Prospek Perak di Tengah Pasar Fluktuatif
Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, tren investasi perak diprediksi akan terus meningkat. Investor mulai menyadari pentingnya diversifikasi portofolio, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perak menjadi pilihan strategis bagi mereka yang ingin meminimalkan risiko sekaligus memanfaatkan potensi keuntungan jangka panjang.
Peluncuran produk denominasi kecil dari Nellava Holding memperluas akses investasi bagi masyarakat urban maupun pedesaan. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat dapat memulai investasi logam mulia tanpa hambatan besar.
Selain itu, meningkatnya literasi investasi melalui media sosial, seminar, dan edukasi investor juga mendorong kesadaran akan pentingnya diversifikasi portofolio. Perak kini menjadi instrumen yang relevan bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin melindungi aset dari gejolak pasar global.
Secara keseluruhan, lonjakan harga emas telah membuka peluang baru bagi investasi perak. Instrumen ini menawarkan harga terjangkau, likuiditas tinggi, dan potensi lindung nilai yang kuat.
Bagi masyarakat, investasi perak kini menjadi pilihan cerdas untuk mengamankan aset, membangun portofolio, dan menyiapkan cadangan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi Sinar Mas Agro Terpadu Bayar Obligasi dan Terbitkan Sukuk Baru
- Kamis, 19 Februari 2026
Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- Kamis, 19 Februari 2026
Prabowo Subianto Promosikan Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
- Kamis, 19 Februari 2026
Baznas Salurkan Paket Logistik Jelang Ramadhan Untuk Warga Prasejahtera
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- Kamis, 19 Februari 2026
Prabowo Subianto Promosikan Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
- Kamis, 19 Februari 2026
Baznas Salurkan Paket Logistik Jelang Ramadhan Untuk Warga Prasejahtera
- Kamis, 19 Februari 2026







