Tips Terbaru Agar Nafas Tetap Segar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

Tips Terbaru Agar Nafas Tetap Segar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan
Tips Terbaru Agar Nafas Tetap Segar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

JAKARTA - Saat menjalani ibadah puasa, tidak sedikit orang mengeluhkan munculnya bau mulut yang mengganggu kenyamanan. Menurut dokter gigi Usman Sumantri, penyebab utama kondisi ini adalah turunnya produksi air liur saat seseorang berpuasa sehingga bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang dan memicu aroma tidak sedap.

Berpuasa adalah kewajiban for umat Islam sepanjang Ramadan. Namun selain menahan lapar dan dahaga, umat juga perlu memperhatikan keseharian yang berkaitan dengan kesehatan tubuh dan mulut. Mengantisipasi bau mulut yang tidak menyenangkan selama puasa ternyata bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut kepercayaan diri dan kenyamanan dalam berinteraksi.

Perubahan Alamiah Saat Berpuasa dan Dampaknya pada Rongga Mulut

Baca Juga

Board of Peace Bisa Jadi Model Baru Penyelesaian Konflik Global, Kata Menlu AS

Saat berpuasa, tubuh mengalami sejumlah perubahan fisiologis. Salah satunya adalah berkurangnya produksi air liur karena tidak ada asupan makanan atau minuman dalam waktu yang lama. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami mulut, sehingga ketika produksinya menurun, sisa makanan dan bakteri lebih mudah menumpuk. Hal inilah yang menjadi kunci utama munculnya bau mulut.

Bakteri di dalam mulut berkembang biak lebih cepat ketika mulut kering. Bakteri ini bereaksi dengan sisa makanan dan menghasilkan senyawa volatile yang menghasilkan bau tidak sedap. Mengerti bagaimana mekanisme ini bekerja membantu seseorang untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif.

Langkah-langkah Praktis Menjaga Kebersihan Mulut Saat Berpuasa

Salah satu cara yang disarankan Usman adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten. “Mencegahnya antara lain dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, membersihkan lidah, karena banyak bakteri penyebab bau mulut berada di permukaan lidah,” katanya.

Selain itu, beberapa langkah berikut ini bisa membantu menjaga mulut tetap segar:

Menyikat Gigi dan Membersihkan Lidah Dua Kali Sehari

Disarankan menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur. Membersihkan lidah juga penting karena bakteri penyebab bau mulut sering menumpuk di permukaan lidah. Tidur tanpa membersihkan mulut meningkatkan risiko bakteri berkembang biak di malam hari, dan hasilnya adalah napas yang kurang segar di pagi hari.

Membersihkan Sela Gigi dengan Benang Gigi

Sisa makanan yang terselip di antara gigi bisa menjadi sumber bau tak sedap jika tidak dibersihkan dengan benar. Benang gigi membantu meraih bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh sikat biasa dan mengurangi sumber bau.

Berkumur dengan Obat Kumur Bebas Alkohol

Obat kumur yang tidak mengandung alkohol membantu menurunkan jumlah bakteri penyebab bau mulut. Alkohol dalam beberapa produk justru bisa membuat mulut semakin kering, sehingga kurang efektif untuk orang yang sedang berpuasa.

Minum Cukup Air Saat Sahur dan Berbuka

Meningkatkan asupan air putih saat sahur dan berbuka sangat penting untuk mencegah mulut kering. Air membantu memicu produksi air liur sehingga meminimalkan kondisi kering yang mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Langkah-langkah ini sejatinya sederhana, tetapi konsistensi adalah kunci untuk menjaga napas tetap segar sepanjang hari puasa.

Makanan dan Kebiasaan yang Perlu Dihindari Saat Berpuasa

Selain menjaga kebersihan mulut, pola makan pun turut mempengaruhi kondisi napas saat berpuasa. Dokter Usman menekankan pentingnya menghindari konsumsi makanan yang bisa meninggalkan bau menyengat saat sahur maupun berbuka.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari antara lain:

Petai dan Jengkol – Makanan ini dikenal memiliki zat yang bisa meninggalkan aroma kuat di mulut.

Bawang Mentah – Bau bawang mentah dapat bertahan lama dan sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.

Minuman Berkafein – Seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan, yang dapat mempercepat dehidrasi dan memicu mulut kering.

Sebagai alternatif, Usman menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur yang bisa merangsang produksi air liur, membantu menjaga mulut tetap lembap dan bersih.

Perawatan Tambahan dan Rekomendasi Kunjungan Profesional

Walaupun perawatan sendiri di rumah sangat membantu, ada kalanya seseorang perlu mendapatkan penanganan profesional. Usman juga mengingatkan tentang pentingnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi secara menyeluruh.

Pemeriksaan profesional tidak hanya membantu membersihkan karang gigi yang sulit dijangkau sendiri, tetapi juga menangani masalah yang mungkin tidak disadari penderitanya, seperti gusi yang meradang atau infeksi di area mulut.

Mulut Segar, Puasa Lebih Nyaman

Menjaga kesehatan mulut selama berpuasa bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bagian dari kenyamanan dalam menjalankan ibadah. Napas yang segar membantu meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat berinteraksi sosial di bulan Ramadan.

Fery

Fery

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Dagang RI-AS, Bahlil Tegaskan Ini Bukan Tambah Impor Energi

Strategi Dagang RI-AS, Bahlil Tegaskan Ini Bukan Tambah Impor Energi

Pemerataan PAUD di Desa Jadi Kunci Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing

Pemerataan PAUD di Desa Jadi Kunci Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing

Kementerian ESDM Tegaskan Impor Energi AS Tak Ganggu Kemandirian Energi Nasional

Kementerian ESDM Tegaskan Impor Energi AS Tak Ganggu Kemandirian Energi Nasional

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Bioetanol Februari 2026 Rp 8.019 per Liter

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Bioetanol Februari 2026 Rp 8.019 per Liter

Pemerintahan Pramono-Rano Fokus Perkuat Infrastruktur, Transportasi dan Ruang Hijau Jakarta

Pemerintahan Pramono-Rano Fokus Perkuat Infrastruktur, Transportasi dan Ruang Hijau Jakarta