Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Simulasi Manasik Haji di Aceh untuk Calon Jemaah
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Garuda Indonesia mengambil langkah baru dalam persiapan calon jemaah haji Indonesia dengan menghibahkan satu unit pesawat sebagai fasilitas praktikum manasik haji di Asrama Haji Kelas I Aceh, Aceh. Pesawat ini bukan sekadar pajangan, melainkan sarana nyata agar calon jemaah dapat merasakan pengalaman penerbangan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pesawat Manasik sebagai Fasilitas Pembelajaran Realistis
Pesawat yang dihibahkan merupakan jenis Boeing 737 yang sebelumnya dioperasikan oleh Citilink dan telah dirakit ulang sehingga menyerupai kabin aktif. Dengan model kabin yang sedemikian rupa, calon jemaah haji dapat langsung berlatih berbagai prosedur penerbangan, seperti boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami tata cara selama penerbangan jarak jauh.
Baca Juga
Peresmian fasilitas ini dilakukan pada 15 Februari 2026 oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang hadir bersama Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.
Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, tujuan utama hibah ini adalah memberikan pengalaman manasik yang lebih nyata dan komprehensif bagi calon jemaah sebelum mereka benar-benar terbang menuju Tanah Suci. “Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji. Saat hari keberangkatan tiba, mereka lebih tenang dan siap,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulis.
Mengatasi Kekhawatiran dan Meningkatkan Kesiapan
Langkah Garuda Indonesia ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kecemasan yang sering dialami oleh calon jemaah, terutama para lansia, saat menghadapi perjalanan udara yang panjang. Manasik haji tradisional selama ini lebih banyak berfokus pada teori tentang rukun dan wajib haji, namun seringkali belum memberikan pemahaman teknis tentang perjalanan udara itu sendiri.
Dengan adanya fasilitas pesawat manasik ini, calon jemaah dapat secara langsung berlatih aspek-aspek teknis perjalanan udara, sehingga dapat membantu mengurangi rasa takut atau cemas yang mungkin timbul saat pertama kali naik pesawat jauh. Latihan praktis seperti simulasi boarding, pengaturan tempat duduk, dan mengetahui bagaimana prosedur keselamatan dilakukan diharapkan mempersiapkan jemaah secara mental dan teknis.
Glenny H. Kairupan menambahkan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam ekosistem haji nasional, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan jemaah sejak tahap awal.
Nilai Historis di Balik Penempatan Pesawat di Aceh
Penempatan pesawat manasik di Aceh memiliki makna historis yang kuat. Aceh dikenal sebagai tempat lahirnya Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI-001, yang didukung oleh masyarakat Aceh dalam sejarah awal maskapai nasional tersebut. Hibah pesawat modern ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi tersebut dan sebagai simbol kembalinya jejak sejarah ke tanah asalnya.
Para pejabat yang hadir dalam peresmian juga menyampaikan bahwa langkah ini tidak hanya memberi manfaat secara praktis untuk pelatihan jemaah, tetapi juga sekaligus memperkuat kebanggaan sejarah bagi masyarakat Aceh atas perannya dalam sejarah penerbangan nasional.
Transformasi Manasik Haji Menuju Pengalaman Nyata
Dengan fasilitas pesawat tersebut, proses manasik di Aceh diperkirakan akan menjadi lebih komprehensif dibanding sebelumnya. Calon jemaah tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung atas apa yang akan mereka hadapi di penerbangan haji yang sebenarnya, termasuk bagaimana cara bersikap dan bergerak di dalam kabin pesawat.
Menurut pihak penyelenggara, pendekatan praktis seperti ini sangat penting terutama bagi calon jemaah yang belum terbiasa dengan perjalanan udara panjang atau yang mungkin merasa gugup selama penerbangan. Dengan berlatih langsung, diharapkan mereka bisa lebih percaya diri saat hari keberangkatan tiba.
Sinergi antara Garuda Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah Aceh diperlihatkan sebagai langkah nyata untuk mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi, sehingga jemaah merasa lebih siap secara mental dan teknis dalam menjalankan ibadah haji yang sesungguhnya.
Harapan dari Fasilitas Baru Ini
Para pejabat berharap bahwa pesawat simulasi ini dapat memberikan dampak positif bagi calon jemaah Aceh dan daerah lainnya yang akan menunaikan ibadah haji. Model latihan yang lebih realistis diyakini akan membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan fisik serta mental sehingga kualitas ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.
Dengan hadirnya fasilitas ini, manasik haji tidak lagi sekedar kegiatan teori di ruang kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman nyata yang dapat memperkuat kesiapan jemaah secara menyeluruh sebelum mereka terbang ke Tanah Suci.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern
- Jumat, 20 Februari 2026
PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern
- Jumat, 20 Februari 2026
PLN UID Jawa Barat Catat Kinerja Positif 2025 Didukung Transaksi PLN Mobile
- Jumat, 20 Februari 2026
Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Simulasi Manasik Haji di Aceh untuk Calon Jemaah
- Jumat, 20 Februari 2026






