Muhadjir Effendy Ajak Kampus Muhammadiyah Riset Energi demi Kemandirian Bangsa
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Kemandirian bangsa di sektor energi dan pangan menjadi fokus utama yang kini tengah ditekankan kepada institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah. Dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan nasional, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, melayangkan seruan penting kepada seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) untuk merevitalisasi peran mereka sebagai pusat inovasi dan riset. Visi besarnya adalah memutus rantai ketergantungan terhadap komoditas impor melalui pengembangan teknologi tepat guna yang berakar dari potensi sumber daya alam lokal.
Revitalisasi PTMA sebagai Pusat Riset Tingkat Lanjut
Seruan ini disampaikan Muhadjir sebagai bentuk dorongan agar PTMA kembali kepada jati dirinya sebagai institusi yang berorientasi pada penelitian. Menurutnya, riset yang dihasilkan oleh kampus-kampus Muhammadiyah tidak boleh lagi hanya bersifat permukaan atau sekadar hilirisasi berdampak kecil. Sebaliknya, riset tersebut harus mencapai tahapan yang lebih maju (advance) untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca JugaStrategi PHE Dukung Swasembada Energi Nasional Melalui Tiga Pilar Utama
"Menurut saya untuk PTMA itu risetnya harus sudah pada level advance ya, untuk tidak sekadar hilirisasi yang memiliki dampak kecil. Misalnya, untuk riset-riset unggulan di bidang sekarang tentang energi terbarukan, ketahanan pangan," papar Muhadjir usai menghadiri prosesi penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat Rispro Invitasi Berkemajuan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (19/2/2026). Kerja sama ini melibatkan kolaborasi erat antara Muhammadiyah dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Transformasi Sawit dan Optimisme Kemandirian Energi
Salah satu sektor yang menjadi perhatian khusus dalam arahan Muhadjir adalah pemanfaatan kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan. Ia melihat adanya potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ini sehingga mampu menekan angka impor bahan bakar minyak (BBM). Transformasi dari kelapa sawit menjadi biodiesel yang lebih efisien dianggap sebagai jalan keluar nyata bagi persoalan energi di tanah air.
Muhadjir menyoroti pencapaian saat ini yang baru mencapai tingkat pencampuran biodisel B40 hingga B50. Ia meyakini, jika penelitian di perguruan tinggi mampu mendorong angka tersebut lebih tinggi, Indonesia akan berada di ambang kemandirian energi yang sesungguhnya. "Sekarang untuk sawit masih berapa B-nya (biodiesel) 40 ke 50. Padahal kalau kita bisa sampai 80, kita insyaallah bisa mandiri betul di sektor energi, tidak lagi impor, misalnya. Ini, ini harus menjadi perhatian betul, perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peluang untuk melakukan riset di sektor ini terbuka lebar, terutama pada lahan-lahan sawit yang pengelolaan atau pengambilalihannya berada di bawah kendali negara. Integrasi antara riset kampus dan kebutuhan industri ini dinilai akan sejalan dengan program-program besar yang dicanangkan oleh LPDP.
Kolaborasi Strategis dan Pendanaan Riset Berkemajuan
Upaya untuk mendorong riset tingkat tinggi ini bukan sekadar wacana, melainkan telah didukung dengan skema pendanaan yang konkret. Melalui skema pooling fund yang kontribusinya dibagi secara berimbang antara Muhammadiyah dan LPDP, terkumpul dana sebesar Rp 20 miliar. Masing-masing pihak menyetorkan dana senilai Rp 10 miliar untuk membiayai 26 proposal riset terpilih yang berasal dari 13 kampus Muhammadiyah yang berbeda.
Fokus riset tersebut mencakup lima tema krusial, di antaranya adalah transisi energi dan rekayasa teknologi digital. Muhadjir bahkan menyatakan kesiapan Muhammadiyah jika ke depannya skema kerja sama ini ditingkatkan hingga skala yang lebih besar, mencapai Rp 100 miliar. "Saya nunggu saja dari LPDP. Pokoknya LPDP menyediakan berapa, kita akan, Insyaallah, Muhammadiyah dengan segala daya upaya akan sambut dengan baik lagi tawaran dari LPDP ini," imbuhnya dengan nada optimis.
Membangun Ekosistem Industri melalui Hilirisasi Riset
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menjelaskan bahwa desain dari pendanaan ini memang diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri di lingkungan Muhammadiyah serta amal usaha miliknya. Namun, ia menekankan bahwa target manfaatnya bersifat inklusif dan terbuka bagi pihak yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada PTMA.
Efektivitas riset ini juga didorong melalui kolaborasi lintas institusi, di mana PTMA bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). Sinergi ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap luaran riset benar-benar memberikan dampak nyata dan dapat diaplikasikan langsung dalam dunia industri. "Dari PTMA pun juga berkolaborasi dengan riset-riset yang ada di perguruan tinggi negeri. Jadi, memang upayanya adalah kita ingin memastikan keluarannya itu berdampak di manfaat industri," pungkas Ayom.
Dengan adanya dorongan kuat dari pimpinan Muhammadiyah dan sokongan dana dari negara, kampus-kampus di bawah naungan organisasi Islam terbesar ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menciptakan inovasi yang membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor, sekaligus membangun masa depan yang berkelanjutan melalui energi terbarukan.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sahabat Cole Palmer Berjanji Bujuk Bintang Chelsea Gabung Man United
- Jumat, 20 Februari 2026
Peringatan Martin Keown Arsenal Harus Reset Mental Juara Liga Primer
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Incar Mane dan Gordon Demi Target Liga Champions
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Khawatir Sponsor Baru Pergi Akibat Kontroversi Jim Ratcliffe
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Peringatan Martin Keown Arsenal Harus Reset Mental Juara Liga Primer
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Incar Mane dan Gordon Demi Target Liga Champions
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Khawatir Sponsor Baru Pergi Akibat Kontroversi Jim Ratcliffe
- Jumat, 20 Februari 2026
Real Madrid Siapkan 250 Juta Euro Guncang Bursa Transfer Musim Panas
- Jumat, 20 Februari 2026







