Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) resmi mengumumkan perubahan besar dalam struktur jajaran pengurus perusahaan, termasuk perombakan posisi komisaris dan direksi. Langkah restrukturisasi ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kinerja ke depan, melalui keputusan para pemegang saham yang dituangkan dalam sejumlah Surat Keputusan resmi.
Perombakan Besar Pengurus BUMN Konstruksi
Perubahan dalam jajaran pengurus PT Hutama Karya tersebut mencakup pergantian sejumlah posisi kunci di Dewan Komisaris dan Direksi. Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pembaruan ini telah ditetapkan melalui beberapa Surat Keputusan Para Pemegang Saham, termasuk SK Nomor 126 Tahun 2026 serta SK.054/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 13 Februari 2026.
Baca JugaPenjualan Listrik PLN Jatim Capai 46,3 TWh Sepanjang Tahun 2025
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (18/2), manajemen menyatakan bahwa pemegang saham memberhentikan Yudo Margono dari jabatan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Yudo Margono sebelumnya adalah mantan Panglima TNI yang diangkat sebagai Komisaris Utama Hutama Karya pada Januari 2024.
Perombakan Di Puncak Komisaris
Dengan berakhirnya masa jabatan Yudo Margono, posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Denny Abdi, yang juga merangkap sebagai Komisaris Independen perusahaan. Selain itu, pemegang saham juga menunjuk Mukri sebagai anggota Dewan Komisaris.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga menunjukkan langkah strategis dalam penerapan tata kelola perusahaan yang lebih adaptif. Penempatan Denny sebagai Komisaris Utama dipandang sebagai penguatan fungsi pengawasan perusahaan, terutama karena latar belakangnya yang memiliki pengalaman administratif yang luas di luar lingkungan perusahaan konstruksi.
Susunan Dewan Komisaris Baru
Berikut adalah daftar lengkap susunan Dewan Komisaris yang baru:
• Komisaris Utama: Denny Abdi
• Komisaris: Essy Asiah
• Komisaris: Andus Winarno
• Komisaris: Mukri
• Komisaris Independen: R. Wahyu Muryadi
• Komisaris Independen: Mudanto Hatta
• Komisaris Independen: Siti Jamaliah Lubis
Perubahan tersebut mencerminkan arah baru dalam tata kelola perusahaan, melalui kombinasi figur yang memiliki pengalaman dari latar belakang beragam, termasuk sektor pemerintahan dan konsultan profesional.
Perubahan Susunan Direksi
Selain perombakan di sisi komisaris, perubahan juga terjadi di jajaran direksi. Melalui Surat Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 124 Tahun 2026 dan SK.053/DI-DAM/DO/2026, posisi strategis dalam Direksi Hutama Karya turut disesuaikan.
Beberapa perubahan utama di antaranya adalah pemberhentian Moeharmein Zein Chaniago dari jabatan Wakil Direktur Utama. Posisi tersebut kini diisi oleh Sugeng Rochadi, yang sebelumnya dipercaya untuk menduduki peran strategis lain di internal perusahaan.
Susunan Direksi yang baru ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur yang semakin kompetitif. Daftar lengkap Direksi Hutama Karya yang diperbarui adalah sebagai berikut:
• Direktur Utama: Koentjoro
• Wakil Direktur Utama: Sugeng Rochadi
• Direktur Keuangan: Eka Setya Adrianto
• Direktur Operasi I: Gunadi
• Direktur Operasi II: Mardiansyah
• Direktur Operasi III: Iwan Hermawan
• Direktur Human Capital & Legal: Muhammad Fauzan
• Direktur Manajemen Risiko: Fatma Dewi Setyowati
Alasan dan Tujuan Restrukturisasi
Manajemen menegaskan bahwa langkah restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan kinerja yang lebih efektif serta responsif di tengah dinamika industri yang dinamis. Perubahan di puncak pengurus perusahaan diharapkan bisa menjadi momentum bagi Hutama Karya untuk memperkuat langkah bisnisnya, termasuk dalam menjalankan proyek-proyek besar nasional.
Para pemegang saham menilai bahwa era baru ini memerlukan kombinasi keterampilan manajerial dan pengalaman strategis, terutama dalam menghadapi tekanan pasar, proyek infrastruktur skala besar, serta peran perusahaan sebagai pelaku penting di industri konstruksi nasional.
Reaksi Pasar dan Publik
Meskipun berita ini masih relatif baru, reaksi publik mencerminkan perhatian yang tinggi terhadap dinamika perubahan di perusahaan pelat merah yang memiliki peranan besar dalam pembangunan infrastruktur nasional. Restrukturisasi semacam ini biasanya dipantau oleh pelaku pasar, analis industri, serta masyarakat luas, mengingat dampaknya terhadap proyek dan kinerja operasional perusahaan ke depan.
Banyak pihak memandang bahwa kombinasi susunan pengurus baru ini diharapkan dapat menyuntikkan energi baru bagi perusahaan, sekaligus memperkuat peran pengawasan dan tata kelola yang lebih baik di level teratas manajemen.
Langkah Selanjutnya Bagi Hutama Karya
Ke depan, tantangan utama bagi Hutama Karya adalah menjaga kesinambungan operasional dan mewujudkan target-target strategis perusahaan. Dengan perubahan di jajaran komisaris dan direksi, perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih lincah dalam respon terhadap kebutuhan proyek infrastruktur nasional yang terus berkembang.
Sementara itu, publik dan pemangku kepentingan berharap bahwa restrukturisasi ini akan berdampak positif bagi Hutama Karya dalam menghadapi persaingan serta memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu penggerak utama sektor konstruksi negara.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kementerian ESDM Integrasikan Listrik Industri ke Jaringan Nasional PLN
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Kementerian ESDM Integrasikan Listrik Industri ke Jaringan Nasional PLN
- Jumat, 20 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Tips Sahur dan Berbuka Puasa Agar Energi Tubuh Tetap Stabil Terjaga
- 20 Februari 2026
4.
Manfaat Susu Edamame untuk Jantung, Tulang, dan Kesehatan Menopause
- 20 Februari 2026







