JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, jaminan ketersediaan energi menjadi prioritas utama guna mendukung aktivitas ibadah dan mobilisasi masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengambil langkah proaktif dengan memastikan seluruh rantai distribusi dan ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) berada dalam posisi yang sangat aman. Melalui pengawasan ketat di 21 Terminal BBM yang tersebar di wilayah Maluku hingga ujung timur Papua, perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran pasokan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar.
Komitmen Ketahanan Stok di 21 Terminal BBM
Sebagai langkah awal dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi, Pertamina telah melakukan audit dan penebalan stok di seluruh Fuel Terminal dan Integrated Terminal. Fokus utama perusahaan adalah menjaga stabilitas suplai, terutama pada hari-hari pertama puasa di mana pergerakan masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kendala teknis maupun operasional yang menghambat distribusi ke SPBU.
Baca JugaStrategi PHE Dukung Swasembada Energi Nasional Melalui Tiga Pilar Utama
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun, menyatakan bahwa rata-rata ketahanan stok BBM di wilayah ini berada pada level yang mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang selama bulan suci. "Kami memastikan bahwa per hari pertama puasa ini, kondisi stok di 21 Terminal BBM di seluruh Maluku dan Papua dipastikan berada pada kondisi aman," ujarnya. Data operasional menunjukkan bahwa produk-produk seperti Solar, Pertalite, Pertamax, hingga Avtur telah disiagakan dengan volume yang melampaui rata-rata konsumsi harian normal.
Rincian Ketahanan Stok Berdasarkan Jenis Produk
Secara mendetail, manajemen Pertamina memaparkan level ketahanan stok untuk masing-masing jenis bahan bakar. Untuk bahan bakar jenis Solar, ketahanan stok dipastikan berada di level 11 hari. Sementara itu, untuk bahan bakar penugasan seperti Pertalite, ketahanan stoknya mencapai 16 hari. Angka ini dianggap sangat krusial mengingat karakteristik wilayah Papua dan Maluku yang memiliki tantangan geografis yang cukup tinggi dalam proses distribusinya.
Selain bahan bakar kendaraan darat, stok Pertamax juga dijaga ketat dengan ketahanan selama 26 hari, sedangkan untuk kebutuhan transportasi udara, Avtur memiliki ketahanan stok hingga 32 hari. Angka-angka ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi selama satu bulan penuh ke depan. "Wilayah Maluku dan Papua memiliki tantangan tersendiri dalam mendistribusikan energi, namun dengan perencanaan yang matang, kami optimis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," tambah Edi Mangun.
Peningkatan Layanan dan Kenyamanan di SPBU
Strategi Pertamina tidak hanya berhenti pada ketersediaan stok di level terminal, melainkan juga menyentuh aspek pelayanan langsung di lapangan. Selama bulan Ramadhan, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Papua dan Maluku diinstruksikan untuk meningkatkan standar layanan mereka. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah perjalanan.
Peningkatan layanan ini mencakup aspek kebersihan dan fasilitas pendukung ibadah. Pertamina secara berkala melakukan pengecekan terhadap kebersihan toilet dan musala di SPBU agar layak digunakan. "Bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan, silakan mampir dan beristirahat di SPBU. Manfaatkan juga musala apabila sudah masuk waktu salat. Kami berkomitmen menjaga kenyamanan fasilitas bagi masyarakat," jelas Edi. Penyediaan perlengkapan ibadah yang layak juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan nuansa Ramadhan yang lebih dekat bagi para pelanggan.
Optimisme Menghadapi Geografis Menantang
Distribusi BBM di wilayah Papua memang bukan tanpa hambatan. Faktor cuaca dan topografi seringkali menjadi variabel yang tidak terduga. Namun, dengan penguatan infrastruktur dan armada distribusi, baik melalui darat, laut, maupun udara, Pertamina memastikan pasokan tetap mengalir ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan juga terus diperkuat untuk memantau kelancaran distribusi di lapangan.
Melalui kesiapan yang komprehensif ini, Pertamina berharap masyarakat di Tanah Papua tidak perlu merasa khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Perusahaan menjamin bahwa akses terhadap energi akan tetap terbuka luas, sehingga fokus masyarakat dapat sepenuhnya tercurah pada aktivitas ibadah dan sosial di bulan yang penuh berkah ini. Upaya berkelanjutan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di wilayah paling timur nusantara.
Dengan jaminan stok yang melimpah dan layanan yang humanis, Ramadhan tahun 2026 di Papua diharapkan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar. Pertamina juga terus membuka kanal komunikasi melalui Call Center 135 bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait ketersediaan produk maupun memberikan masukan mengenai layanan di SPBU terdekat.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sahabat Cole Palmer Berjanji Bujuk Bintang Chelsea Gabung Man United
- Jumat, 20 Februari 2026
Peringatan Martin Keown Arsenal Harus Reset Mental Juara Liga Primer
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Incar Mane dan Gordon Demi Target Liga Champions
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Khawatir Sponsor Baru Pergi Akibat Kontroversi Jim Ratcliffe
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Peringatan Martin Keown Arsenal Harus Reset Mental Juara Liga Primer
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Incar Mane dan Gordon Demi Target Liga Champions
- Jumat, 20 Februari 2026
Manchester United Khawatir Sponsor Baru Pergi Akibat Kontroversi Jim Ratcliffe
- Jumat, 20 Februari 2026
Real Madrid Siapkan 250 Juta Euro Guncang Bursa Transfer Musim Panas
- Jumat, 20 Februari 2026







