Gempa Susulan M5,2 Guncang Nagekeo NTT, Total 2.768 Kali Getaran Tercatat hingga Rabu Pagi
JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat total 2.768 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 05.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 24 gempa di antaranya berkekuatan Magnitudo di atas 5, dengan yang terbesar tercatat M6,2 dan terkecil M1,1.
Data terbaru BMKG yang dirilis Rabu pagi itu juga menyebutkan sebanyak 81 gempa susulan dirasakan getarannya oleh warga. Rangkaian aktivitas seismik ini merupakan kelanjutan dari gempa utama M7,7 yang mengguncang Nagekeo sebelumnya.
Episenter di Laut, Getaran Terasa hingga Skala IV MMI
Gempa susulan terbaru berkekuatan M5,2 terjadi pada pukul 10.13.28 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8.23 Lintang Selatan, 121.51 Bujur Timur, tepatnya di laut dengan jarak 54 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
"Kedalaman gempa 10 km," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Getaran gempa susulan kali ini dirasakan dengan intensitas berbeda di dua kabupaten. BMKG mencatat skala intensitas III-IV MMI di Kabupaten Nagekeo, sementara di Kabupaten Ende getaran terasa pada skala IV MMI. Pada skala IV, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dan sebagian orang di luar rumah terbangun dari tidurnya.
BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami
Meski rangkaian gempa masih terus berlanjut, BMKG memastikan gempa susulan Magnitudo 5,2 yang terjadi Rabu pagi ini tidak berisiko menimbulkan tsunami. Pernyataan ini menjadi perhatian penting bagi warga pesisir yang selama beberapa hari terakhir berada dalam kewaspadaan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan berikutnya yang berkekuatan lebih kecil.