Menhan Sjafrie Terbang ke NTT Naik Pesawat A400M Bawa 20 Ton Bantuan, Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa di Nagekeo
JAKARTA — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan respons darurat penanganan gempa di NTT berjalan cepat dengan mengerahkan pesawat angkut berat A400M. Pesawat milik TNI AU itu mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, membawa logistik yang didominasi kebutuhan dasar warga seperti makanan, tempat tinggal darurat, dan perlengkapan kebersihan.
Total muatan mencapai 20,9 ton, terdiri atas 25 set tenda, 484 velbed, 700 paket makanan siap saji, serta 1.480 selimut. Bantuan juga mencakup 15 set Starlink untuk memulihkan komunikasi di daerah terdampak dan dua unit alat reverse osmosis (RO) untuk penyediaan air bersih.
Logistik Tambahan untuk Warga Terdampak
Selain muatan utama, pesawat turut membawa kebutuhan khusus keluarga yang mengungsi. Tersedia 500 dus susu cair, bubur bayi, popok bayi, serta pembalut yang diangkut bersama 18 koli obat-obatan dan 35 kelambu lapangan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga telah memberangkatkan gelombang bantuan lain menuju Maumere dan Labuan Bajo. Logistik tahap awal itu berupa makanan siap saji, tenda peleton, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.
Menhan Tinjau Yonif di Dekat Episentrum
Setibanya di NTT, Sjafrie langsung menuju Kabupaten Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa. Di sana, ia meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere, jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana, dan menerima paparan dari Danyonif Letkol Inf Bony Prima mengenai kondisi wilayah serta dukungan satuan dalam penanganan bencana.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan bantuan pemerintah menjangkau wilayah terdampak secara tepat sasaran. Kehadiran Menhan menegaskan peran TNI yang bersinergi dengan BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan Polri dalam masa tanggap darurat.
Pengerahan Alutsista untuk Daerah Terisolir
TNI mengerahkan personel dan kemampuan pendukung di sejumlah wilayah Flores, meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian dapur lapangan, hingga pembukaan akses. Distribusi logistik dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
"Pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik TNI diarahkan untuk membantu pemerintah menjangkau daerah yang sulit diakses dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat," kata Sjafrie, dikutip Selasa (18/8/2026).
Negara Hadir di Tengah Momentum Kemerdekaan
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Sjafrie menegaskan bahwa semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kerja nyata dan gotong royong, bukan sekadar seremonial.
"Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, serta pengerahan seluruh kemampuan yang diperlukan untuk melindungi dan membantu rakyat," tegasnya.