Harga Emas Spot Tembus US$ 4.424 per Troy Ons, Peluang The Fed Tahan Suku Bunga Makin Besar

Harga emas spot ditutup pada level tertinggi sejak 4 Juni 2026, didorong pelemahan data penjualan ritel AS.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:39:02 WIB

RIAU — Kenaikan harga emas kemarin memutus tren konsolidasi yang berlangsung sejak awal Juni. Berdasarkan data pasar, level penutupan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 Juni 2026, atau terpaut sekitar 2,5 bulan dari perdagangan terakhir di zona tersebut.

Sentimen positif terhadap logam mulia datang dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Negeri Paman Sam. Berdasarkan instrumen CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% pada rapat September kini hanya sebesar 35%. Angka ini merosot tajam dibandingkan posisi sepekan lalu yang masih bertengger di 52,2%.

Data Penjualan Ritel AS Jadi Pemicu Utama Reli Emas

Pemicu perubahan ekspektasi tersebut adalah rilis data ekonomi AS yang mengecewakan. US Census Bureau melaporkan penjualan ritel pada Juli terkontraksi 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini merupakan kontraksi pertama sejak Oktober tahun lalu dan menjadi yang terburuk sejak Mei 2025.

Angka penjualan ritel yang lemah mengindikasikan daya beli konsumen AS mulai tergerus. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa ekonomi Negeri Adikuasa masih membutuhkan sokongan kebijakan, sehingga belum siap menerima kenaikan biaya pinjaman.

Proyeksi Pasar: Gubernur Kevin Warsh Diprediksi Tahan Sikap

Pelaku pasar kini semakin yakin Gubernur The Fed Kevin Warsh dan jajarannya akan menahan diri dalam rapat bulan depan. Sikap wait-and-see ini dinilai lebih bijak di tengah ketidakpastian arah inflasi dan perlambatan konsumsi.

Bagi investor, kondisi ini menjadi angin segar bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil (yield), seperti emas. Ketika peluang kenaikan suku bunga menurun, biaya oportunitas memegang emas ikut berkurang, sehingga daya tariknya sebagai safe haven meningkat.

Keputusan akhir tetap berada di tangan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan menggelar pertemuan pada bulan depan. Namun, dengan data ekonomi terbaru yang cenderung lemah, pasar optimistis sikap hawkish The Fed akan melunak.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Redaksi