HyperX Omen Max 16 Ditenagai RTX 5090, Performa Gamingnya Justru Jeblok di Kelasnya
RIAU — Mengusung prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan GPU Nvidia GeForce RTX 5090, HyperX Omen Max 16 tampil dengan klaim sebagai mesin gaming paling bertenaga. Sayangnya, dalam pengujian langsung, laptop seberat 6,56 pon ini justru sering tertinggal jauh dari Razer Blade 16 yang lebih tipis dan ringan. Alih-alih mengaum, performanya hanya terdengar seperti dengusan kecil.
Desain Kokoh, Namun Bongsor dan Berat
Dari segi konstruksi, Omen Max 16 terasa sangat solid. Chassis berbahan aluminium dengan lapisan matte black memberikan kesan premium dan kokoh, tanpa gaya mencolok khas laptop gaming. Laser-etched grille di atas keyboard dan logo HyperX yang subtil menambah kesan elegan.
Namun, dimensinya jauh dari kata praktis. Dengan ketebalan 1,13 inci di bagian belakang dan bobot 6,56 pon, laptop ini lebih cocok menetap di atas meja daripada dibawa bepergian. Sebagai perbandingan, Razer Blade 16 hanya memiliki bobot 4,71 pon, lebih ringan hampir dua kilogram.
Performa Gaming: Kalah dari Kompetitor yang Lebih Tipis
Hasil benchmark menjadi momok bagi Omen Max 16. Dalam pengujian Cyberpunk 2077 dengan setting Ray Tracing Ultra, laptop ini menjadi juru kunci dengan torehan 59 FPS di resolusi 1080p dan hanya 37 FPS di 1600p. Angka ini jauh di bawah kompetitor yang menggunakan prosesor serupa.
Satu-satunya titik terang datang dari Far Cry 6 dengan setting Ultra, di mana Omen Max 16 berhasil unggul telak dengan 144 FPS di 1080p dan 125 FPS di 1600p. Namun, pada game lain seperti Shadow of the Tomb Raider, Red Dead Redemption 2, dan Borderlands 3, posisinya konsisten berada di papan bawah.
Menariknya, Razer Blade 16 yang hanya mengusung prosesor 25W mampu mengungguli Omen Max 16 di sebagian besar pengujian. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada manajemen daya atau thermal, bukan pada spesifikasi hardware itu sendiri.
Layar OLED dan Keyboard: Dua Sisi yang Berbeda
Panel OLED 16 inci 2560x1600 dengan refresh rate 240 Hz menjadi nilai jual utama laptop ini. Hasil pengukuran menunjukkan cakupan warna DCI-P3 mencapai 131,2 persen dengan tingkat kecerahan puncak 464,6 nits. Kualitas visualnya sangat impresif, mampu menampilkan warna yang kaya dan detail tajam, bahkan saat digunakan di luar ruangan pada siang hari.
Sayangnya, keyboard dan touchpad tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Meskipun keyboard terasa nyaman dan senyap saat digunakan, touchpad-nya hanya mengandalkan engsel di bagian atas (top-hinged) dengan area klik yang terbatas. Pada harga lebih dari Rp70 juta, absennya haptic touchpad terasa seperti sebuah kemunduran.
Daya Tahan Baterai dan Upgrade: Kompromi yang Tidak Ideal
Baterai 83 WHr hanya mampu bertahan 5 jam 7 menit dalam pengujian pemakaian campuran. Angka ini sangat kontras dengan Razer Blade 16 yang mampu bertahan lebih dari dua kali lipat, yakni 12 jam 46 menit. Untuk sebuah laptop yang diposisikan sebagai pengganti desktop, daya tahan ini memang tidak menjadi prioritas utama, tetapi tetap mengecewakan.
Untuk urusan upgrade, Omen Max 16 menawarkan dua slot M.2 untuk SSD dan dua slot SO-DIMM untuk RAM. Namun, akses ke komponen tersebut membutuhkan usaha ekstra. Setelah membuka panel bawah, pengguna harus membuka sekitar belasan sekrup lagi untuk melepas pelindung logam yang menutupi komponen-komponen penting. Proses ini terkesan rumit dan tidak praktis.
Kesimpulan: Desain Gagah, Eksekusi Kurang Matang
HyperX Omen Max 16 adalah contoh nyata bahwa spesifikasi tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan performa. Dengan harga US$4.699, laptop ini gagal memberikan nilai yang sepadan. Speaker stereo yang kurang bertenaga, webcam 1080p yang biasa saja, dan bloatware bawaan yang melimpah semakin memperkuat kesan bahwa produk ini belum siap bersaing di kelasnya.
Jika Anda menginginkan performa gaming terbaik dengan mobilitas lebih baik, mengeluarkan tambahan US$200 untuk Razer Blade 16 adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal. Laptop tersebut tidak hanya lebih tipis dan ringan, tetapi juga menawarkan performa lebih baik dan daya tahan baterai dua kali lipat.