Sentimen Konsumen AS di Bawah Level 2008, Kargo Cuma Naik 1,5%

Penulis: Redaksi
Rabu, 30 September 2026 | 06:31:31 WIB

NAVIGASI.CO.ID — Ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh, tetapi sentimen konsumen justru merosot di bawah level krisis keuangan global 2008. Pakar logistik Dr. Jason Miller mengungkap pertumbuhan volume kargo yang hanya 1,5% year-on-year itu sangat rapuh karena bergantung pada sektor konstruksi pusat data.

Dr. Jason Miller, pakar rantai pasok yang tampil dalam wawancara video terbaru, membeberkan paradoks ekonomi Amerika Serikat: produk domestik bruto (PDB) naik, tapi kepercayaan konsumen jatuh ke titik terendah sejak krisis finansial global. Pertumbuhan volume angkutan barang pun hanya sekitar 1,5% dibanding tahun lalu.

Angka itu terlihat positif, namun Miller menegaskan pertumbuhannya sangat sempit. Hampir seluruh kenaikan berasal dari sektor mesin, logam fabrikasi, dan baja, yang terkait langsung dengan pembangunan pusat data.

Pusat Data Jadi Penopang Tunggal

Miller menyamakan fenomena ini dengan ledakan pengeboran hidrolik (fracking) yang puncaknya pada 2014, lalu runtuh dan memicu resesi industri pada 2015-2016. Ia menyebut konstruksi pusat data enam hingga sembilan bulan ke depan sudah "terkunci", tetapi setelah itu risikonya membesar.

Penolakan warga setempat, kondisi keuangan perusahaan AI, dan suku bunga yang naik bisa memperlambat proyek. Miller menyoroti Oracle yang menyatakan force majeure pada proyek di New Mexico bersama Blue Owl Capital sebagai sinyal peringatan dini.

OpenAI dan Anthropic juga menghadapi kewajiban pembayaran komputasi tahun depan yang mungkin melebihi pendapatan mereka.

Kapasitas Truk dalam Zona "Goldilocks"

Dari sisi kapasitas angkutan truk, Miller menggambarkan kondisi saat ini sebagai zona "Goldilocks": cukup ketat untuk mendorong kenaikan tarif kontrak, tapi tidak terlalu panas hingga memicu lonjakan kapasitas baru. Tingkat penolakan tender berada di kisaran 14%, jauh di bawah puncak 2021 yang mencapai sekitar 28%.

Tiga faktor menggerus pasokan armada: tiga tahun buruk berturut-turut bagi pengangkut pada 2023, 2024, dan 2025; penegakan aturan kemampuan bahasa Inggris dan CDL non-domisili; serta putusan Mahkamah Agung dalam perkara Montgomery v. Carbide yang menghapus perlindungan hukum bagi broker.

Harga solar di atas USD 4 per galon menambah rem bagi masuknya kembali kapasitas hingga 2027.

Permintaan Pangan dan Minuman Turun 3-4%

Permintaan angkutan makanan dan minuman turun 3% hingga 4% dari tahun lalu. Tekanannya datang dari adopsi obat GLP-1, penurunan belanja diskresioner, harga gandum di level tertinggi tiga tahun, dan tarif balasan yang memangkas volume ekspor AS.

Miller menyebut pola ini mirip periode 2011-2014, ketika permintaan kargo tumbuh tetapi tidak dinikmati sebagian besar konsumen, sehingga sentimen tetap tertekan meski PDB menguat.

"Suasana hati konsumen tidak bagus," ujar Miller, merujuk data sentimen Conference Board yang jatuh tajam pada September.

Ia menimpakan sebagian besar penyebabnya pada keterjangkauan hunian. Harga rumah median sekitar USD 390.000 hingga USD 400.000, menciptakan jurang antara pendapatan yang dibutuhkan untuk mendapat kredit dan pendapatan rumah tangga median yang tidak ada pada 2017-2019.

Risiko Suku Bunga dan Konflik Iran

Miller memperingatkan dua kenaikan suku bunga The Fed tambahan, satu pada Oktober dan satu pada Desember, akan menghapus seluruh pemotongan suku bunga akhir tahun lalu. Itu berisiko memperlambat permintaan kargo secara signifikan pada 2027.

Eskalasi konflik militer besar-besaran yang melibatkan Iran juga bisa mendorong harga energi naik, memaksa The Fed menaikkan suku bunga lebih jauh, dan memperdalam kontraksi permintaan di pasar angkutan.

Bagi pengangkut flatbed yang bergantung pada pembangunan rumah tunggal, Miller menyarankan bersiap menghadapi musim semi 2026 yang lebih lemah.

Reporter: Redaksi