Petani Sawit Teluk Aur Rambah Samo Rasakan Manfaat Land Application PT KSM, Produktivitas Kebun Meningkat Hingga 50 Persen

Petani sawit di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, merasakan peningkatan produktivitas kebun hingga 50 persen setelah memanfaatkan program Land Application PT KSM.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:19:02 WIB

ROHUL — Di tengah hiruk-pikuk penolakan yang disuarakan sekelompok pihak, sejumlah petani di Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu, justru memberikan testimoni berbanding terbalik. Mereka menilai program Land Application yang dijalankan PT Karya Samo Mas (KSM) memberikan dampak positif nyata terhadap produktivitas kebun sawit miliknya.

Program yang memanfaatkan limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit untuk dialirkan ke lahan perkebunan ini disebut mampu menggantikan peran pupuk kimia. Para petani pun merasakan langsung peningkatan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) di lahan mereka.

Klaim Petani: Buah Lebih Besar dan Subur

Sabaruddin, salah seorang petani di Desa Teluk Aur, mengaku merasakan perubahan signifikan pada kebun sawitnya sejak mendapatkan aliran Land Application dari PT KSM. Menurutnya, tanah menjadi lebih gembur dan subur, sehingga berdampak langsung pada kualitas buah.

"Alhamdulillah lahan saya jadi subur. Buahnya banyak dan besar-besar. Land Application itu sangat bermanfaat bagi perkebunan masyarakat sekitar. Artinya, bisa dijadikan pupuk. Ini sangat menghemat petani dalam membeli pupuk," ujar Sabaruddin, Ahad (17/8/2026).

Ia bahkan mencatat peningkatan produktivitas hingga sekitar 50 persen dalam satu kali putaran panen TBS. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa limbah cair yang diolah dengan benar dapat menjadi solusi pupuk alternatif di tengah tingginya harga pupuk non-subsidi.

Efisiensi Biaya dan Kemudahan Jual Hasil Panen

Cerita serupa disampaikan Hardinal, warga Desa Rambah Samo yang juga memanfaatkan limbah cair tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak hanya dirinya, banyak petani lain di sekitar wilayah operasional perusahaan yang merasakan dampak positif serupa.

"Menurut saya, banyak petani yang merasa diuntungkan. Terutama karena bisa menghemat biaya untuk membeli pupuk," katanya.

Selain manfaat dari sisi pemupukan, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT KSM dinilai memberikan kemudahan logistik bagi petani. Mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk menjual hasil panen, sehingga biaya operasional pengangkutan TBS bisa ditekan.

Tokoh Pemuda: Suara Penolakan Tak Mewakili Warga

Pernyataan tegas datang dari Sudirman, tokoh pemuda Desa Teluk Aur. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang terus mendorong penutupan program Land Application dan menganggap aksi tersebut tidak merepresentasikan aspirasi masyarakat setempat.

"Apa yang disampaikan oleh para pendemo itu bukan mewakili keseluruhan masyarakat. Kami tidak ikut-ikut dalam demo itu," tegas Sudirman.

Ia bahkan menyoroti komposisi peserta aksi penolakan yang dinilainya bukan berasal dari Desa Teluk Aur. Menurut pantauannya, pendemo justru didominasi oleh warga dari luar desa, sementara warga lokal yang ikut serta hanya sebagian kecil.

"Yang paling saya sayangkan, para pendemo itu bukan keseluruhan masyarakat dari Desa Teluk Aur. Bahkan dari pantauan saya, pendemo bukan warga Desa Teluk Aur. Kalau pun ada dari Desa Teluk Aur, paling hanya beberapa saja," ungkapnya.

Sudirman menambahkan, selama ini PT KSM telah berkontribusi nyata bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga bantuan sosial. Ia berharap keberadaan perusahaan dan program yang dijalankannya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di wilayah operasional.

Reporter: Redaksi